10 ribu Dosis Vaksin LSD Diajukan ke Provinsi Jabar
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Pangandaran terdapat penambahan. Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pertanian menyampaikan sejumlah pesan pada peternak.
Pesan dari Pemkab Pangandaran itu antara lain meminta peternak untuk menjaga kebersihan ternak dan kandang untuk mencegah LSD.
Selain itu sebagai upaya menekan penularan yang terus bertambah Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mengajukan 10 ribu dosis vaksin. Khusus untuk hewan yang terserang penyakit tersebut.
Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Kabupaten Pangandaran Suryadi mengatakan, pihaknya telah mengajukan 10 ribu dosis vaksin khusus untuk hewan yang terserang penyakit LSD ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.
“Sebagai bukti kepedulian pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, kami sudah mengajukan sepuluh ribu dosis vaksin ke Provinsi Jawa Barat. Semoga cepat datang vaksinnya,” kata Suryadi.
Kemudian, kata Suryadi, data yang sudah masuk ke Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran setidaknya ada 245 ekor hewan sapi yang terjangkit Cacar Sapi.
Mengingat mendekati Idul Adha 2023. Dinas Pertanian bekerjasama sama dengan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pangandaran Jepang hari raya idul adha akan melakukan pengecekan hewan yang akan dikurbankan, layak atau tidaknya,” katanya.
Suryadi juga menjelaskan di Pangandaran ada 56 ekor, kemudian Sidamulih 73 ekor, Cimerak 35 ekor, Cijulang 15 ekor, Cigugur 12 ekor, Langkap 8 ekor, Mangunjaya 15 ekor, Padaherang 5 ekor, Kalipucang 8 ekor dan Parigi 18 ekor.
“Berdasarkan informasi, bahwa penyakit tersebut berasal dari Jawa Tengah. Banyak bandar sapi yang beli dari Jawa Tengah lantaran murah meriah,” kata Suryadi.
Suryadi melanjutkan, kalau penyakit yang sekarang itu sudah terlanjur masuk ke Pangandaran. Menurut Suryadi sekarang berpikir bagaimana cara menangani penyakit tersebut.
“Saya berharap kedepannya para bandar sapi harus lebih berpikir panjang, harus melihat resikonya, jangan seperti sekarang berdampak ke banyakan,” ucapnya.
BACA JUGA: Ratusan Ekor Sapi di Pangandaran Terkena Penyakit LSD
Sedangkan, penyakit yang sekarang itu sangat sensitif terhadap sapi.
“Bisa melalui angin dan manusia, tetapi bukan berarti menular ke manusia. Contoh orang itu datang ke lokasi tempat sapi yang sakit, kemudian orang tersebut datang lagi ke sapi yang sehat, maka sapi yang sehat itu akan tertular,” pungkasnya. (Iwan Mulyadi/IP)

