1000 HPK Fondasi Kesehatan Generasi Masa Depan
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun, kembali ditegaskan sebagai fase krusial dalam menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang. Masa ini menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak dan tidak dapat tergantikan oleh tahapan kehidupan selanjutnya.
Bidan RSUD Pandega Pangandaran, Mirna Nuraisyah, menegaskan bahwa perhatian terhadap 1.000 HPK bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipahami oleh setiap keluarga. Menurutnya, banyak permasalahan kesehatan dan perkembangan anak berakar dari kurangnya perhatian pada periode ini.
Mirna menjelaskan bahwa selama 1.000 HPK, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat. Pada masa tersebut, struktur dan fungsi otak dibentuk secara optimal sehingga berpengaruh besar terhadap kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak di masa depan. Karena itu, pemenuhan gizi yang cukup dan stimulasi yang tepat menjadi faktor penentu kesiapan anak menghadapi tahap kehidupan selanjutnya.
“Kebutuhan dasar anak harus terpenuhi sejak masih dalam kandungan. Jika gizi ibu hamil tercukupi, peluang anak untuk tumbuh sehat dan cerdas akan meningkat secara signifikan,” ujar Mirna.
Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami pentingnya kecukupan gizi selama kehamilan dan pemberian ASI eksklusif setelah bayi lahir. Padahal, kekurangan nutrisi pada masa kehamilan dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak langsung terlihat.
Menurut Mirna, dampak tersebut bisa berupa risiko stunting, gangguan tumbuh kembang, hingga kesulitan belajar saat anak menginjak usia sekolah atau dewasa. “Kekurangan nutrisi bukan hanya berdampak pada berat badan lahir, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan anak,” tegasnya.
Selain aspek gizi, Mirna juga menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) secara rutin. Pemeriksaan ini berfungsi untuk memantau kondisi ibu dan janin, sekaligus mendeteksi dini berbagai risiko seperti anemia, infeksi, maupun komplikasi kehamilan lainnya.
“ANC yang dilakukan secara berkala membantu tenaga kesehatan mengambil langkah pencegahan lebih awal jika ditemukan masalah,” jelasnya.
Setelah bayi lahir, perhatian terhadap kesehatan anak harus terus berlanjut. Mirna menyebut bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, pemenuhan imunisasi dasar, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, serta pola asuh yang responsif merupakan rangkaian penting yang saling berkaitan.
“Setiap tahapan tidak bisa berdiri sendiri. Mulai dari kehamilan, ASI eksklusif, imunisasi, hingga MPASI harus berjalan seiring agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
BACA JUGA: 1.000 Hari Pertama Kehidupan Fondasi Generasi Sehat
Mirna berharap semakin banyak keluarga menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Ia juga mengajak pemerintah dan tenaga kesehatan untuk terus memperkuat edukasi serta pendampingan bagi ibu hamil dan calon ibu.
“Menjaga 1.000 hari pertama kehidupan sama dengan menyiapkan pondasi masa depan anak. Ini adalah investasi jangka panjang, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa,” pungkasnya. (KMP)

