Berita Pangandaran

Tempat Sampah di Pantai Pangandaran Hanya Jadi Pajangan

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Kesadaran pelaku usaha wisata di Pantai Pangandaran dalam membuang sampah masih rendah. Tempat sampah sudah tersedia, tetapi tetap saja sampah berserakan di mana-mana.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran telah menyediakan kontainer di beberapa titik kawasan wisata. Namun, masih banyak pedagang kaki lima yang membuang sampah sembarangan.

IMG-20260217-WA0014

“Itu kan kontainer sampah sudah disediakan, tapi malah dibuang di bawahnya. Sampah berserakan di mana-mana,” kata Kepala Bidang Kebersihan DLHK Pangandaran, Wagiso, Rabu (29/01/2025).

Kondisi ini cukup memprihatinkan. Kontainer yang seharusnya menampung sampah justru dibiarkan kosong. Sebaliknya, di sekitarnya justru menumpuk sampah yang berserakan.

Wagiso menyebut, pihaknya sudah berupaya menyediakan tempat pembuangan yang layak agar kawasan wisata tetap bersih. Bahkan, kontainer sudah dipasang sejak libur Natal dan Tahun Baru lalu untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

“Sejak Nataru juga sudah disiapkan. Cuman kan, mungkin kebiasaan orang-orang pelaku usaha buangnya tidak ke kontainer,” paparnya.

Ia menilai, rendahnya kesadaran ini bukan hanya karena kurangnya fasilitas, tetapi juga persoalan kebiasaan yang sulit diubah.

“Para pelaku usaha sudah diberi edukasi agar membuang sampah pada tempatnya, tapi tetap saja. Mungkin karena malas mengangkat sampah ke dalam kontainer atau gimana, saya juga heran,” ujar Wagiso.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang harus bertanggung jawab atas kebersihan Pantai Pangandaran? Pemerintah daerah sudah menyediakan fasilitas, tetapi jika tidak digunakan dengan baik, maka percuma saja.

Masyarakat dan pelaku usaha seharusnya ikut serta dalam menjaga kebersihan. Jika hanya mengandalkan petugas kebersihan, tidak akan cukup untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat.

“Kalau dibiarkan seperti ini, citra wisata Pangandaran bisa rusak. Wisatawan tentu tidak akan betah jika pantainya kotor,” kata seorang wisatawan asal Bandung, Rina (34).

Ia menambahkan, kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama. Wisatawan pun seharusnya lebih peduli dan tidak ikut membuang sampah sembarangan.

Hal yang sama diungkapkan oleh seorang pedagang makanan di sekitar pantai. Namun, ia berdalih bahwa sampah sering kali berasal dari wisatawan yang tidak membuang sampah di tempatnya.

“Kadang bukan pedagang saja, wisatawan juga suka ninggalin sampah begitu saja. Kita sudah sering bersihin, tapi tetap aja kotor,” ujar Dedi, salah satu pedagang.

DLHK Pangandaran perlu mengambil langkah tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut. Tanpa pengawasan dan sanksi yang jelas, kebiasaan membuang sampah sembarangan akan terus terjadi.

Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan kebersihan. Jika ada pedagang yang membuang sampah sembarangan, bisa dikenakan denda atau teguran keras.

Di beberapa daerah wisata lain, kebijakan seperti ini terbukti efektif. Misalnya, di Bali, pemerintah daerah menerapkan sanksi bagi wisatawan atau pelaku usaha yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Desa Sirnabaya Wujudkan Lingkungan Inklusif

Selain itu, kesadaran masyarakat juga harus terus ditingkatkan. Sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan perlu digencarkan, baik kepada pedagang maupun wisatawan.

“Hayu kita sama-sama menjaga lingkungan, terutama Pantai Pangandaran. Buang sampah pada tempatnya. Kita juga sudah sediakan kontainer, jangan sampai kontainer kosong terus sampah di bawahnya luar biasa,” tegasnya.

Pantai yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak yang menikmati keindahannya. Jika kebiasaan buruk ini tidak segera diubah, bukan tidak mungkin wisatawan akan berpikir dua kali sebelum datang ke Pangandaran. (KMP/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan