Warga Cimerak Resah, Anjing Liar Mangsa Domba
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Warga Cimerak, Kabupaten Pangandaran, digemparkan oleh serangan anjing liar yang memangsa ternak domba. Hingga kini, tercatat 19 ekor domba mati akibat serangan tersebut. Kejadian ini membuat masyarakat resah dan meminta pihak berwenang segera bertindak.
Menanggapi laporan warga, kepolisian setempat langsung turun tangan untuk mengatasi ancaman ini. Kapolsek Cimerak, Iptu Ridwan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah serangan serupa terjadi lagi.
“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami langsung mengerahkan anggota untuk melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada warga terkait bahaya anjing liar,” ujar Ridwan, Senin (10/2/2025).
Fenomena serangan anjing liar ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa warga mengaku pernah mengalami kejadian serupa, namun kali ini intensitasnya lebih tinggi. Serangan yang terjadi di beberapa titik membuat peternak ketakutan.
Salah satu warga, Dedi (45), mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengatakan bahwa domba-dombanya yang dikandangkan pun tak luput dari serangan.
“Domba saya sudah di dalam kandang, tapi tetap diserang. Pagi-pagi saya lihat ada yang mati dengan luka di leher dan perutnya,” tutur Dedi.
Menurutnya, serangan ini terjadi hampir setiap malam, dan warga tak tahu dari mana asal anjing-anjing tersebut. Beberapa warga menduga anjing liar itu berasal dari hutan sekitar yang turun ke permukiman untuk mencari makanan.
Selain menimbulkan kerugian materi, kejadian ini juga memicu ketakutan di kalangan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di luar rumah.
“Kami khawatir kalau nanti anak-anak yang diserang. Ini bukan sekadar soal domba, tapi soal keselamatan kami juga,” kata Yanto, warga lainnya.
Polsek Cimerak telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi situasi ini. Selain patroli rutin, kepolisian juga meminta warga agar lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan.
“Kami mengimbau warga yang memiliki domba agar memperkuat kandang mereka. Selain itu, jika melihat gerombolan anjing liar, segera laporkan ke pihak berwenang,” ujar Ridwan.
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta pemilik anjing peliharaan agar tidak melepasliarkan hewan mereka, terutama di malam hari. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan potensi tindakan main hakim sendiri dari warga yang kesal.
“Kami tidak ingin ada tindakan yang tidak diinginkan. Jika ada anjing yang diduga berbahaya, sebaiknya segera laporkan, jangan bertindak sendiri,” tambahnya.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta dinas terkait untuk mencari solusi jangka panjang. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain penangkapan dan penanganan anjing liar oleh pihak berwenang, serta edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi serangan hewan liar.
Meski situasi cukup meresahkan, pihak kepolisian meminta warga untuk tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Mereka memastikan bahwa kasus ini sedang ditangani dengan serius.
BACA JUGA: Ketua DPRD Ciamis Dorong Petani Suplai Bahan untuk Program MBG
“Kami memahami keresahan masyarakat, tapi kami minta agar tetap tenang. Polisi bersama pihak terkait akan terus berupaya mengatasi masalah ini,” kata Ridwan.
Sementara itu, peternak berharap ada tindakan lebih konkret untuk mengatasi serangan ini. Beberapa dari mereka bahkan mempertimbangkan untuk menjual ternak mereka jika situasi tidak segera membaik.
Pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan pemantauan dan segera memberikan solusi terbaik agar warga bisa kembali merasa aman. (KMP/infopriangan com)








