Proyek Perbaikan Jalan Garut Tertunda, Warga Resah

infopriangan.com, BERITA GARUT.  Proyek perbaikan dan pembangunan jalan di Kabupaten Garut hingga kini masih tertunda. Pemerintah daerah beralasan, proyek ini belum bisa dilaksanakan karena masih dalam tahap pemetaan dan penyesuaian anggaran. Namun, di sisi lain, kondisi jalan yang semakin rusak membuat warga resah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menyatakan pihaknya sudah melakukan survei dan pemetaan jalan yang akan diperbaiki. Agus juga menegaskan, proses ini dilakukan sembari menunggu arahan dari Penjabat (Pj) Bupati dan bupati terpilih mengenai efisiensi dan penyesuaian anggaran.

“Ya, kita sudah survei ke lapangan dan memetakan ruas jalan yang perlu diperbaiki. Kita juga sudah membahas ini dengan Pak Pj dan bupati terpilih untuk menentukan langkah berikutnya,” kata Agus kepada awak media.

Di tengah penundaan proyek ini, kondisi jalan di beberapa wilayah Garut semakin memprihatinkan. Salah satu yang paling parah terjadi di Kecamatan Cisompet. Jalan kabupaten yang menghubungkan ibu kota kecamatan dengan Desa Jatisari dan Desa Cikondang sudah lama dibiarkan rusak. Lapisan aspalnya mengelupas, berlubang, dan saat hujan berubah menjadi genangan air yang memperparah kerusakan.

Warga setempat mengeluhkan kondisi ini karena sangat menghambat aktivitas mereka. Bukan hanya perjalanan menjadi lebih sulit, tetapi juga berdampak pada roda perekonomian. Pasokan barang menjadi terhambat, petani kesulitan mengangkut hasil panennya, dan biaya transportasi meningkat karena kendaraan lebih cepat rusak akibat kondisi jalan yang buruk.

Seorang warga Cisompet, Dedi (45), mengatakan bahwa jalan tersebut sudah bertahun-tahun dalam kondisi rusak, namun belum ada perbaikan berarti dari pemerintah.

“Kami sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan ini, tapi belum ada tindakan. Kalau musim hujan, jalan berubah jadi kubangan. Kalau kemarau, debunya luar biasa,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari pengusaha lokal yang merasa rugi akibat jalan yang tidak layak. Ardi, seorang pedagang sayur, mengatakan bahwa biaya distribusi barang ke pasar meningkat karena kendaraan sering mengalami kerusakan.

“Truk pengangkut sayur sering mogok karena jalan berlubang. Kalau terus begini, kami bisa kehilangan pelanggan karena harga jadi lebih mahal,” keluhnya.

Penundaan proyek ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang merasa pemerintah kurang sigap dalam menangani infrastruktur, padahal jalan merupakan akses utama bagi perekonomian daerah.

Pengamat kebijakan publik, Dadan Suryana, menilai bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam menyampaikan alasan penundaan proyek. Ia menegaskan, jika memang ada kendala anggaran, seharusnya ada solusi konkret agar perbaikan jalan tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Kalau alasan anggaran, pemerintah harus mencari alternatif. Bisa dengan mempercepat pencairan dana atau memprioritaskan ruas jalan yang paling rusak,” kata Dadan.

BACA JUGA: Ilmu, Fondasi Utama Harmonisnya Rumah Tangga

Sementara itu, anggota DPRD Garut dari Komisi yang membidangi infrastruktur, menyatakan pihaknya akan segera meminta klarifikasi kepada Dinas PUPR terkait keterlambatan ini.

“Kami akan panggil pihak terkait untuk memastikan proyek ini tidak berlarut-larut. Perbaikan jalan ini mendesak dan harus segera direalisasikan,” ujar salah satu anggota dewan.

Di tengah banyaknya keluhan, warga berharap pemerintah segera bertindak. Mereka tidak ingin hanya sekadar janji tanpa realisasi. Infrastruktur yang baik bukan hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Jika proyek ini terus tertunda, bukan tidak mungkin dampaknya semakin meluas dan merugikan lebih banyak orang. (Liklik Sumpena/Infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan