Pemdes Dewasari Gelar Bimtek, Zakat Harus Transparan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Desa Dewasari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Zakat Fitrah di aula desa. Acara ini dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Dewasari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Sekretaris Desa Dewasari.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengelola zakat terkait sistem pendistribusian yang lebih transparan dan akuntabel. Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan aplikasi SiapZis, sebuah inovasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat fitrah di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Dewasari yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Muis Maulana, menegaskan bahwa penggunaan SiapZis akan mempermudah pencatatan dan pelaporan zakat.

“Inovasi ini dibuat agar masyarakat bisa melihat langsung berapa jumlah zakat yang masuk dan bagaimana penyalurannya,” ujar Muis.

Menurutnya, selama ini pencatatan zakat fitrah di tingkat desa masih dilakukan secara manual, sehingga berisiko terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian data. Dengan adanya aplikasi ini, sistem akan lebih rapi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Muis juga menekankan bahwa pengelolaan zakat harus berjalan dengan prinsip keterbukaan. “Jangan sampai ada kecurigaan di masyarakat. Zakat ini amanah, harus dikelola dengan baik dan disalurkan tepat sasaran,” tegasnya.

Ketua UPZ Desa Dewasari mengapresiasi inisiatif ini dan menyatakan bahwa pihaknya siap mengadopsi sistem baru tersebut. Menurutnya, selama ini pengelolaan zakat di desa sudah berjalan cukup baik, tetapi masih ada kendala dalam hal pelaporan dan transparansi.

“Dengan SiapZis, kami bisa lebih mudah menginput data dan memastikan setiap rupiah yang masuk tercatat dengan jelas,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat lebih aktif dalam menunaikan zakat fitrah melalui UPZ desa. “Ketika sistemnya lebih transparan, kepercayaan masyarakat akan meningkat, dan pengumpulan zakat bisa lebih optimal,” tambahnya. Sabtu, (15/03/2025).

MUI yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan sistem digital dalam pengelolaan zakat. Menurut perwakilan MUI, inovasi seperti ini sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga amanah dan memastikan zakat benar-benar sampai kepada yang berhak.

BPD Desa Dewasari juga menyambut baik penggunaan aplikasi ini. Salah satu perwakilan BPD menyebutkan bahwa digitalisasi zakat dapat menjadi solusi dalam mencegah potensi penyalahgunaan dana zakat. “Dengan sistem ini, semuanya tercatat secara real-time dan bisa diaudit dengan jelas,” ujarnya.

BACA JUGA: Gaji di Bawah UMK, HMI Kritik Pengelolaan Dapur Sehat

Bimtek ini diharapkan menjadi langkah awal dalam modernisasi pengelolaan zakat di Desa Dewasari. Pemerintah desa bersama UPZ, MUI, dan BPD berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya zakat dan manfaatnya bagi penerima.

Muis Maulana juga menegaskan bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. “Kami butuh dukungan dari masyarakat, para pengelola zakat, dan semua stakeholder desa agar sistem ini bisa berjalan maksimal,” katanya.

Dengan adanya aplikasi SiapZis, Desa Dewasari berharap dapat menjadi contoh dalam pengelolaan zakat fitrah yang lebih modern, transparan, dan terpercaya. (Eddy/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan