Perhutani Ciamis Gelar Upacara Hari Bakti Rimbawan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Perhutani Ciamis bersama unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup menggelar upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-42 di halaman Kantor KPH Ciamis, Senin (17/3/2025). Upacara ini dihadiri oleh jajaran Perhutani Ciamis, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ciamis, CDK Wilayah VII, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK), serta Dinas Perlindungan dan Rehabilitasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DPRLHK) Ciamis.
Administratur/KKPH Ciamis bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Kehutanan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Rimbawan bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh insan kehutanan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
“Hutan adalah warisan yang harus kita jaga. Keberlanjutannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan dalam pengelolaan hutan semakin kompleks. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga eksploitasi ilegal masih menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi secara bersama-sama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga kehutanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem hutan agar tetap lestari.
Peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata dalam bentuk penanaman pohon di kawasan konservasi Panjalu. Kegiatan ini telah dilakukan sejak awal Maret sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem hutan di Ciamis.
Salah satu peserta dari CDK Wilayah VII mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam menjaga kelestarian hutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Bakti Rimbawan, tetapi menjadi program berkelanjutan yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain itu, aksi penanaman pohon ini juga diharapkan dapat menjadi edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan akan berdampak langsung pada keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, pengelolaan hutan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah perambahan hutan dan aktivitas ilegal yang merugikan ekosistem serta mengancam keberlanjutan sumber daya alam.
Seorang pejabat dari BKSDA Ciamis menyoroti pentingnya penegakan hukum yang lebih tegas terhadap para pelaku perusakan hutan.
“Jika tidak ada tindakan tegas, maka peringatan seperti ini hanya akan menjadi seremonial tanpa dampak nyata,” katanya.
Namun, ia juga mengakui bahwa upaya perlindungan hutan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan hukum semata. Program edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan harus diperkuat agar mereka memiliki alternatif ekonomi yang berkelanjutan tanpa harus merusak lingkungan.
BACA JUGA: Angin Kencang Terjang Pangandaran, 67 Rumah Rusak
Dari sisi kebijakan, pemerintah diharapkan dapat lebih aktif dalam memberikan dukungan, baik dalam bentuk regulasi yang berpihak pada keberlanjutan hutan maupun bantuan teknis untuk program rehabilitasi lahan kritis.
Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-42 di Ciamis bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa menjaga hutan adalah tugas bersama. Melalui upacara dan aksi nyata seperti penanaman pohon, para rimbawan menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga lingkungan.
Namun, tantangan ke depan masih besar. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar hutan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Sebab, tanpa hutan yang sehat, keberlangsungan hidup manusia juga terancam. (Gany/infopriangan.com)

