Berita Ciamis

Kades Purwaraja: Kantor Kosong karena Tanam Pohon

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kekosongan pelayanan di Kantor Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, yang sempat dipertanyakan masyarakat dan awak media beberapa hari lalu, kini mendapat klarifikasi langsung dari pihak desa.

“Bukannya disengaja. Ketika rekan-rekan media datang, kami kebetulan sedang makan bersama di lokasi penanaman pohon,” ujar Kepala Desa Purwaraja Badri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (10/4/2025).

Menurut Badri, kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Badri mengatakan kehadiran seluruh perangkat desa ke lokasi adalah bentuk spontanitas atas undangan kegiatan lingkungan.

Meski demikian, Badri mengakui bahwa hal tersebut seharusnya tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Karenasebelumnya telah menugaskan beberapa staf untuk tetap berada di kantor desa dan melayani warga seperti biasa.

“Saya sudah tugaskan beberapa perangkat untuk tetap stand by di kantor. Tapi saat rombongan sampai di lokasi, semua ikut makan dulu sebelum kembali bertugas,” ujarnya.

Badri tak menampik bahwa hal itu merupakan kekeliruan yang patut dievaluasi. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Purwaraja karena pelayanan sempat terganggu.

“Saya minta maaf. Kami tidak bermaksud mengabaikan masyarakat. Ini murni kelalaian, bukan kesengajaan,” tegasnya.

Senada dengan Badri, Sekretaris Desa Purwaraja, Dedi, juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga. Ia mengakui bahwa seluruh perangkat desa memang berada di lokasi kegiatan penanaman pohon pada saat jam pelayanan berlangsung.

“Kami hanya tiga menit dari kantor, di Gunung Gede. Tapi memang seharusnya tetap ada yang bertugas di kantor. Itu kelalaian kami,” ujar Dedi.

Dedi memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang. Ia menegaskan bahwa ke depan, setiap kegiatan di luar kantor akan diatur dengan baik agar pelayanan publik tidak terganggu.

“Saya atas nama pemerintahan Desa Purwaraja menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga. Kami akan jadikan ini pelajaran,” katanya.

Sementara itu, Plt. Camat Rajadesa, Yudi Hendriana, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pelayanan publik adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Yudi juga mengingatkan bahwa aparatur desa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai, sekecil apa pun gangguan pelayanan bisa berdampak besar terhadap citra pemerintah desa di mata masyarakat.

“Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab harus dijaga. Kalau pelayanan diabaikan, maka kepercayaan masyarakat bisa runtuh,” ucapnya.

BACA JUGA: Pelayanan Kantor Desa Purwaraja Lumpuh

Diketahui, kegiatan penanaman pohon di Gunung Gede merupakan bagian dari program pelestarian lingkungan yang digagas pemerintah kecamatan bersama Muspika Rajadesa. Kegiatan tersebut memang melibatkan berbagai elemen, termasuk kepala desa dan perangkatnya.

Namun demikian, masyarakat berharap agar kegiatan tersebut tidak lagi mengorbankan pelayanan yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah desa.

Kini, pihak desa menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan memastikan pelayanan berjalan normal kembali. Mereka juga berjanji akan menyiapkan petugas khusus yang tetap berada di kantor jika ada kegiatan luar. (Dena A Kurnia/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *