Kapal Pesiar Malaysia Berlabuh di Pangandaran, Diperiksa
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebuah kapal pesiar berbendera Malaysia yang berlabuh di perairan Pantai Pangandaran pada Kamis, 22 Mei 2025, langsung menjadi perhatian petugas gabungan. Kapal tersebut diketahui membawa tiga warga negara asing dan sempat menepi akibat gangguan mesin.
Tim gabungan yang terdiri dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Satuan Polisi Air (Sat Polair), serta Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Pangandaran, bergerak cepat begitu menerima laporan tentang kapal asing yang bersandar di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap setiap aktivitas pelayaran asing yang masuk ke perairan Indonesia.
Kapten kapal, seorang pria berkebangsaan asing bernama Paul, menjelaskan kepada petugas bahwa mereka terpaksa menghentikan pelayaran karena mengalami kerusakan mesin. Dalam keterangannya, Paul menyebut bahwa kapal mereka sebenarnya sedang dalam perjalanan dari Kupang menuju Pelabuhan Ratu, dan direncanakan akan melanjutkan pelayaran ke Sumatra.
“Kami mengalami masalah teknis pada mesin, jadi kami harus singgah sementara. Sambil memperbaiki kerusakan, kami juga ingin membeli logistik dan menikmati suasana pantai,” kata Paul kepada petugas saat pemeriksaan berlangsung.
Menurut informasi dari petugas, kapal tersebut membawa tiga orang penumpang yang masing-masing berasal dari Argentina, Italia, dan Australia. Ketiganya disebut dalam kondisi sehat dan kooperatif selama proses pemeriksaan.
Edi, salah satu petugas dari UPP Pangandaran, menyampaikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan dokumen pelayaran dan kelengkapan izin masuk wilayah Indonesia. Ia mengatakan bahwa semua dokumen yang dimiliki kapal tersebut dinyatakan lengkap dan sesuai dengan prosedur internasional.
“Tidak ditemukan pelanggaran administratif ataupun indikasi pelayaran ilegal. Mereka hanya transit sementara sambil memperbaiki mesin,” ujar Edi.
Meskipun tidak ditemukan pelanggaran, petugas tetap mengingatkan kepada kapten dan awak kapal untuk tidak melakukan aktivitas mencurigakan selama berada di perairan Pangandaran. Pengawasan tetap dilakukan selama kapal tersebut berada di wilayah tersebut.
“Kami sudah mengimbau agar mereka tidak keluar dari jalur kegiatan yang telah dilaporkan. Tujuan kami adalah menjaga kedaulatan maritim dan keamanan wilayah,” tambah Edi.
Dalam penjelasan resminya, Edi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap kapal asing yang melintas atau bersandar di wilayah Pangandaran. Menurutnya, pengawasan ini sangat penting guna mencegah potensi pelanggaran hukum dan menjaga stabilitas keamanan laut.
“Kami tidak bisa lengah. Pangandaran adalah wilayah strategis, dan setiap kapal asing yang masuk tetap harus menjalani prosedur pemeriksaan ketat,” tegasnya.
Sejumlah warga yang melihat keberadaan kapal pesiar tersebut di perairan Pangandaran mengaku sempat penasaran. Beberapa warga bahkan sempat mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
“Saya kira kapal pariwisata, ternyata kapal asing. Tapi katanya cuma singgah sementara,” ujar Toni, warga setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap wilayah laut Indonesia tidak bisa dianggap sepele. Pangandaran, sebagai kawasan wisata yang terbuka bagi wisatawan domestik dan mancanegara, juga menjadi titik rawan yang harus terus dijaga.
BACA JUGA: Nasdem Ciamis Dorong Kaderisasi Politik Lewat Liga Mahasiswa
Langkah sigap petugas gabungan dalam menangani kapal pesiar ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Mereka dinilai telah bertindak cepat dan profesional dalam memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi.
Dengan kondisi laut yang terbuka dan potensi lintasan pelayaran internasional yang tinggi, peran serta aparat keamanan dan pelabuhan menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus menjamin keamanan wilayah pesisir.
Kapal pesiar tersebut direncanakan akan melanjutkan pelayaran setelah mesin selesai diperbaiki dan kebutuhan logistik terpenuhi. Pihak UPP menyatakan akan terus memantau keberadaan kapal hingga benar-benar meninggalkan perairan Pangandaran. (Kiki/ infopriangan.com)

