Puluhan Peserta Unjuk Gigi di Pasanggiri Jaipong
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana meriah menyelimuti halaman Samudra Toeserba, Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (19/07/2025). Puluhan peserta dari berbagai usia tampil menawan dalam gelaran Pasanggiri Tari Jaipong Kreasi yang diselenggarakan oleh komunitas Rasakarsa Srikandi bekerja sama dengan Samudra Toeserba.
Peserta yang terdiri dari anak-anak usia TK hingga kalangan umum tampil memukau di atas panggung. Mereka menampilkan beragam kreasi tari jaipong dengan kostum mencolok dan ekspresi penuh semangat, disaksikan langsung oleh para juri dan ratusan penonton.
Ketua pelaksana kegiatan, Lucy, mengungkapkan bahwa pasanggiri kali ini diikuti sekitar 60 peserta, mulai dari kategori tari tunggal hingga rampak (berkelompok). Para peserta datang dari berbagai daerah di wilayah Ciamis dan sekitarnya.
“Antusiasnya sangat luar biasa. Kami cukup terkesan dengan bakat para peserta, karena hampir semua penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton,” ujar Lucy kepada awak media.
Lucy juga menjelaskan bahwa dalam penilaian, panitia dan dewan juri menetapkan lima kategori utama sebagai acuan. “Penilaian meliputi wiraga (penguasaan gerak), wirama (kesesuaian gerak dengan irama), wirasa (ekspresi), dan wicitra (kostum),” jelasnya.
Awalnya, kegiatan pasanggiri dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 19 dan 20 Juli 2025. Namun karena panitia juga harus mengikuti event lain di Bandung pada esok harinya, seluruh rangkaian acara dipadatkan dan dilaksanakan penuh pada hari Sabtu.
“Kami akhirnya sepakati semua rangkaian mulai dari penampilan hingga pengumuman juara dilaksanakan hari ini, agar tidak berbenturan dengan agenda lainnya,” tambah Lucy.
Lebih lanjut, Lucy berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong anak-anak dan generasi muda untuk terus menekuni seni tari tradisional, khususnya jaipong, yang merupakan bagian dari warisan budaya Sunda.
“Kami ingin seni tari jaipong tetap hidup dan tidak hilang di tengah kemajuan zaman. Semoga anak-anak semakin mencintai seni budaya tradisional,” harapnya.
Sementara itu, Ambar, selaku Manager Samudra Toeserba Banjarsari menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung kegiatan seni dan budaya, khususnya yang bersifat positif dan mendidik.
“Ini bentuk dukungan kami terhadap pelestarian budaya. Kami bantu dari sisi penyediaan tempat, sound system, dan doorprize untuk peserta yang berprestasi,” ujar Ambar.
Ambar menambahkan bahwa Samudra Toeserba rutin mengadakan berbagai event seni, baik tradisional maupun modern, sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai tempat belanja, tapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat, termasuk dalam pelestarian budaya lokal,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Iani, pemilik sanggar seni tari Cahya Ganaia asal Mangunjaya, memberikan apresiasi atas terselenggaranya event pasanggiri tersebut. Ia menyebut, acara ini menjadi ruang aktualisasi bagi anak-anak yang belajar tari di sanggar.

BACA JUGA: Apel Akbar KOKAM Ciamis Wujud Semangat dan Bakti
“Dengan adanya event ini, anak-anak bisa menunjukkan hasil latihan mereka. Ini penting untuk menjaga semangat dan kepercayaan diri mereka,” kata Iani.
Namun Iani juga menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih serius mendukung pengembangan seni tradisional. “Kami masih menghadapi tantangan, terutama karena minat anak-anak terhadap sanggar tradisional saat ini mulai menurun,” tutupnya. (Revan, Rizky/infopriangan.com)
