Delapan Siswa SMP di Ciamis Dibina karena Merokok di Lingkungan Sekolah
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak delapan siswa SMP Negeri 2 Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, terjaring pembinaan setelah diketahui merokok saat jam istirahat di lingkungan sekolah. Kejadian tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dengan pendekatan edukatif.
Guru bidang kesiswaan, Mia, membenarkan adanya pelanggaran tata tertib tersebut. Ia mengatakan bahwa kejadian itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Ketika seorang guru memergoki sejumlah siswa sedang merokok di area belakang sekolah.
“Benar, delapan siswa kami dapati sedang merokok saat jam istirahat. Tindakan tersebut tentu melanggar aturan dan nilai-nilai yang kami tanamkan di sekolah,” ujar Mia saat ditemui di ruang guru.
Mia juga menuturkan, tindakan merokok di lingkungan sekolah bukan hanya bentuk pelanggaran disiplin, tetapi juga mengkhawatirkan dari sisi kesehatan dan masa depan siswa. Menurutnya, sekolah tidak ingin memberi sanksi, melainkan membentuk kesadaran melalui pembinaan.
“Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi tentang bahaya merokok. Kami ingin anak-anak paham bahwa merokok tidak memberi manfaat, justru merugikan kesehatan,” ungkapnya. Kamis, (31/07/2025).
Mia menambahkan, setelah insiden tersebut, pihak sekolah langsung mengadakan pertemuan dengan para siswa yang terlibat untuk mendengar penjelasan mereka. Dari klarifikasi yang dilakukan, diketahui bahwa hanya satu siswa yang membawa rokok, sedangkan sisanya mengaku ikut mencoba.
“Sebagian besar siswa hanya ikut-ikutan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan pemahaman,” katanya.
Sebagai langkah lanjut, pihak sekolah memanggil orang tua siswa yang terlibat dan mengajak mereka bekerja sama dalam proses pembinaan. Mia menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membentuk perilaku anak.
“Masalah seperti ini tidak bisa hanya diserahkan pada sekolah. Kami mengajak orang tua untuk sama-sama memberikan perhatian dan bimbingan, baik di rumah maupun saat anak berada di luar sekolah,” jelasnya.
Kepala sekolah SMPN 2 Purwadadi turut memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa tidak ada sanksi hukuman yang diberikan kepada siswa. Pendekatan yang diambil adalah pembinaan yang berfokus pada perubahan sikap dan peningkatan kesadaran.
“Kami tidak ingin menghukum anak-anak, tapi membina mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Semua proses dilakukan secara mendidik dan manusiawi,” katanya.
BACA JUGA: Rumah Warga Muktisari Ambruk Diterjang Hujan Deras
Pihak sekolah juga bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk menyelenggarakan penyuluhan rutin terkait dampak negatif merokok terhadap kesehatan. Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok.
Dengan kejadian ini, sekolah berharap para siswa dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dukungan dari orang tua dan masyarakat pun diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan karakter di kalangan pelajar.
“Harapan kami, dengan kerja sama semua pihak, anak-anak bisa lebih sadar akan bahaya rokok dan menjauhi perilaku menyimpang,” pungkas Mia. (Kaswanto)

