IWO Tegaskan Profesionalisme Pers di Era Digital

infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Ikatan Wartawan Online (IWO) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 pada 2025 dengan mengusung tema “IWO Menjaga Profesionalisme Wartawan di Era Digital”. Tema ini dipilih untuk menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung.

Ketua Umum IWO, Dwi Christianto, S.H., M.Si., menyatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap penyebaran informasi secara drastis. Menurutnya, maraknya jurnalisme warga dan misinformasi di media sosial membuat batas antara wartawan profesional dan masyarakat umum semakin kabur.

“Sekarang, setiap orang punya platform untuk menyebarkan informasi. Tantangannya, banyak yang tidak memegang kaidah jurnalistik. Di sinilah peran wartawan profesional menjadi sangat krusial,” ujar Dwi.

Dwi menilai, membanjirnya media online juga menimbulkan kekhawatiran terhadap menurunnya standar etika. Sebagian media bahkan dinilai hanya berorientasi pada kepentingan tertentu, bukan kepentingan publik. Padahal, jurnalisme sejatinya mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab.

IWO menekankan bahwa wartawan online harus terus meningkatkan kapasitas, mulai dari teknik penulisan yang solid, kemampuan melakukan wawancara mendalam, hingga penguasaan teknologi seperti Search Engine Optimization (SEO). Persaingan, kata Dwi, tidak lagi terbatas antar media, melainkan juga dengan kecepatan informasi di media sosial yang sering kali tidak terverifikasi.

Selain keterampilan teknis, integritas dan kepercayaan publik sebagai modal utama wartawan. Informasi yang valid dan berkualitas menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada media di tengah banjir hoaks.

Sebagai bukti komitmen, Dwi memaparkan beberapa karya pengurus IWO. Ketua Bidang Litbang IWO, Muhammad Abriyanto, bersama dua wartawan lain menulis buku “Menyelamatkan Reformasi, Polri di antara Dekret Presiden dan Sidang Istimewa MPR 2001”. Ia sendiri turut menyusun buku panduan peliputan pasien penderita Tuberkulosis bersama sejumlah wartawan kesehatan. Sementara Sekjen IWO, Telly Nathalia, telah menerbitkan berbagai buku lintas genre, mulai dari sejarah hingga fiksi.

BACA JUGA: Jalan Sehat Desa Awiluar Meriahkan HUT ke-80 RI

“IWO akan terus menyuarakan kebenaran, melawan hoaks, dan memperkuat organisasi demi menjadi konstituen Dewan Pers,” tegasnya.

Dwi juga mengingatkan seluruh anggota IWO dan insan pers untuk memegang teguh Kode Etik Jurnalistik. Menurutnya, hanya dengan prinsip profesionalisme, media online dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya, mendidik, dan mencerdaskan publik. (Gani, Eddy/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan