RSUD Pandega Imbau Waspada Penularan Virus Hanta
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap Virus Hanta, penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus maupun hewan pengerat lainnya. Dalam imbauan resminya, pihak rumah sakit menyebut bahwa virus ini berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Selasa, (02/09/2025).
“Virus Hanta bisa menular tanpa disadari, bahkan hanya melalui udara yang tercemar kotoran tikus. Karena itu, masyarakat jangan menyepelekan kebersihan lingkungan,” demikian penjelasan RSUD Pandega dalam unggahan edukasinya.
Secara medis, Virus Hanta terbagi menjadi dua jenis. Pertama, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan berpotensi menyebabkan gagal napas. Kedua, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal hingga menimbulkan gagal ginjal akut. Kedua kondisi tersebut memiliki risiko fatal apabila tidak segera ditangani.
RSUD Pandega menjelaskan bahwa penularan dapat terjadi melalui berbagai cara. Menghirup udara atau debu yang terkontaminasi urin maupun kotoran tikus merupakan jalur penularan yang paling sering terjadi. Selain itu, gigitan, air liur, atau kontak langsung dengan hewan pengerat juga bisa menjadi perantara.
Seorang tenaga medis RSUD menuturkan, “Lingkungan yang kotor dan tidak terawat akan memudahkan hewan pengerat berkembang biak. Jika dibiarkan, risiko penularan Virus Hanta akan semakin tinggi.”
Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala awal, seperti demam, nyeri badan, sakit kepala, sesak napas, mual, dan muntah. Bila tanda-tanda tersebut muncul terutama setelah berinteraksi dengan lingkungan yang terpapar tikus, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Untuk melindungi diri dan keluarga, RSUD Pandega mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah yang bisa dilakukan antara lain: Menjaga kebersihan rumah, terutama ruangan yang jarang dipakai, mengelola sampah dengan benar agar tidak mengundang tikus, menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat.
“Menjaga kebersihan bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga melindungi keluarga dari ancaman penyakit menular,” tulis pihak RSUD dalam imbauannya.
BACA JUGA: Polsek Banjarsari Amankan Pelaku Begal di Desa Cigayam
RSUD Pandega juga menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, yaitu:
dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD (Selasa & Rabu)
dr. Fenandri Fadillah Fedrizal, Sp.PD (Senin–Sabtu)
dr. Dani Pernata, Sp.PD (Senin–Jumat)
Pendaftaran pelayanan dibuka pada Senin–Kamis pukul 07.00–11.00 WIB, Jumat pukul 07.00–10.00 WIB, serta Sabtu pukul 07.00–10.30 WIB.
Dengan memahami penularan, gejala, serta upaya pencegahan, RSUD Pandega berharap masyarakat Pangandaran semakin waspada dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. (KMP)

