Berita Garut

Jalan Utama Garut–Singajaya Rusak Parah, Warga Resah

infopriangan.com, BERITA GARUT. Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan ibu kota Garut menuju Kecamatan Singajaya kini memprihatinkan. Jalan sepanjang hampir 80 kilometer yang membentang dari Cikajang, Banjarwangi, Peundeuy, hingga Singajaya rusak berat. Padahal, jalur itu menjadi satu-satunya akses transportasi warga dan urat nadi perekonomian di selatan Garut.

Sejumlah warga menilai pemerintah daerah terlalu lama membiarkan kerusakan ini tanpa solusi nyata. Menurut Encep Hanapi, warga Banjarwangi, titik terparah justru berada di ruas Banjarwangi hingga Singajaya.

IMG-20260217-WA0014

“Kerusakan makin parah karena dilintasi kendaraan berat, angkutan umum, dan kendaraan pribadi setiap hari. Tapi penyebab utama adalah karena terlalu lama tidak diperbaiki,” kata Encep. Sabtu, (20/9/2025).

Encep menyebut, kerusakan ini bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Hal itu dibenarkan oleh Endang Rohmat, warga Peundeuy, yang mengungkapkan bahwa sering terjadi kecelakaan lalu lintas akibat permukaan jalan yang acak-acakan.

“Jalan ini dari dulu memang mudah rusak. Selain lama tidak ada perbaikan, pengerjaannya juga terkesan asal-asalan. Drainase tidak berfungsi, jadi kalau hujan turun, air menggerus aspal dan badan jalan cepat hancur,” tutur Endang.

Kondisi tersebut membuat warga terjebak dalam dilema. Tidak ada jalur alternatif lain menuju Banjarwangi, Peundeuy, dan Singajaya.

“Mau tidak mau, masyarakat tetap harus lewat jalan ini meskipun risikonya tinggi,” tambah Endang.

Sementara itu, Koswara, warga Singajaya, menilai sikap pemerintah terkesan abai terhadap penderitaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa jalan rusak sama artinya dengan memutus akses ekonomi warga.

“Ini jalur utama transportasi sekaligus jalur ekonomi. Kalau dibiarkan, pemerintah sama saja dengan menyengsarakan rakyatnya,” tegas Koswara.

Koswara merinci dampak yang sudah dirasakan: biaya transportasi meningkat, pengiriman barang terhambat, harga kebutuhan pokok melambung, hingga kegiatan ekonomi masyarakat tersendat. Pedagang hasil bumi, kata dia, harus menanggung ongkos kirim lebih mahal karena kendaraan mereka sering rusak. Sopir angkutan umum pun terpaksa menaikkan tarif akibat beban perbaikan kendaraan.

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi soal keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Kalau jalan utama dibiarkan rusak, maka kesempatan ekonomi masyarakat otomatis ikut terhambat,” ujar Koswara dengan nada kecewa.

Selain jalan kabupaten, sejumlah jalan desa di tiga kecamatan itu kondisinya tak kalah parah. Jalan yang menghubungkan Desa Bojong, Desa Tanjungjaya, dan Desa Banjarwangi nyaris tak bisa dilalui kendaraan. Warga harus ekstra hati-hati bahkan ada yang memilih berjalan kaki karena jalan sudah berubah menjadi kubangan.

BACA JUGA: Garut Ajukan Usulan Pembangunan Strategis di Jabar

Masyarakat menuntut tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut. Mereka berharap ada langkah cepat, bukan sekadar janji yang terus berulang.

“Perbaikan jalan harus segera dilakukan. Jangan tunggu korban berjatuhan lebih banyak atau kondisi ekonomi masyarakat makin terpuruk,” kata seorang tokoh warga.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Garut belum memberikan penjelasan resmi terkait kapan perbaikan jalan kabupaten tersebut akan direalisasikan. Sementara warga terus menagih hak mereka atas infrastruktur yang layak sebagai bagian dari pelayanan dasar pemerintah. (Liklik/ infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan