Ciamis Kembangkan Wellness Tourism di Kampung Kuta
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kini mulai mengembangkan konsep wellness tourism atau wisata kesehatan di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama tripartit antara Dinas Pariwisata, Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Pemerintah Desa Karangpaningal. Kerja sama yang diprakarsai oleh Dian Udeng ini sejatinya telah berjalan lebih dari tiga tahun.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik semakin berpengaruh pada pola liburan. Jika dulu orang bepergian hanya sekadar untuk bersenang-senang atau menjelajah destinasi, kini banyak wisatawan menilai perjalanan sebagai investasi untuk kesejahteraan tubuh dan pikiran. Tren inilah yang dikenal sebagai wellness tourism dan mulai menjadi daya tarik baru di berbagai daerah, termasuk Ciamis.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Kusdiana atau akrab disapa Udeng, mengatakan bahwa Kampung Kuta sangat relevan untuk mengusung konsep wisata kesehatan berbasis alam.
“Wellness tourism sekarang sedang tren. Pengunjung mulai mencari wisata hijau, wisata kesehatan alam, meditasi, dan sejenisnya,” ujarnya pada Rabu (1/10/2025).
Sebagai bagian dari pengembangan, tim dari Unisba hari ini menyalurkan bantuan berupa sarana pengelolaan air bersih serta fasilitas pencegahan kebakaran, seperti hidran. Air bersih dianggap sebagai elemen vital dalam menunjang wisata kesehatan. Tim peneliti Unisba menilai, tata kelola air di Kampung Kuta masih perlu didukung, baik dari sisi pengorganisasian, operasional, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Unisba akan membantu bagaimana sistem tata kelola ini dijalankan. Mulai dari penguatan organisasi, pemberdayaan warga, sampai penyediaan sarana yang dibutuhkan,” jelas Dian.
Bantuan kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Unisba telah menyusun dan menyerahkan masterplan pengembangan desa wisata. Rencana jangka panjangnya, penelitian akan terus dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi serta masukan yang dapat diterapkan demi keberlanjutan wisata kesehatan.
Selain dikenal memiliki kearifan lokal yang kuat, Kampung Kuta dinilai cocok untuk diarahkan menjadi destinasi kesehatan berbasis budaya dan alam. Wisatawan nantinya tidak hanya sekadar menyaksikan tradisi dan ritual adat, tetapi juga berkesempatan melakukan aktivitas relaksasi, meditasi, hingga terapi alam di lingkungan yang masih terjaga.
Dinas Pariwisata bersama Unisba juga berencana melakukan pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat serta pelaku wisata setempat. Fokusnya pada aspek kebersihan, pelayanan, hingga strategi pemasaran. Tujuannya agar masyarakat benar-benar siap menjadi tuan rumah dalam industri baru yang sedang berkembang.
“Harapannya, Kampung Kuta tidak hanya dikenal sebagai wisata budaya, tapi juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari wellness tourism,” kata Dian.
Segmentasi pengunjung yang dibidik cukup jelas, yakni masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi yang mencari ketenangan, kesehatan, serta keseimbangan hidup. Dengan perpaduan antara potensi alam yang lestari dan tradisi budaya yang terjaga, Kampung Kuta diyakini mampu menjadi destinasi unggulan baru di Ciamis.
BACA JUGA: Keracunan Massal MBG di Kadungora Libatkan 100 Korban
Pemerintah daerah menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata harus beradaptasi dengan tren global. Wellness tourism dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan. Selain menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, keberhasilannya juga bergantung pada konsistensi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.
Dengan langkah awal berupa kerja sama kelembagaan, penyusunan masterplan, dan bantuan sarana prasarana, Kampung Kuta kini tengah menapaki jalan baru menuju destinasi wisata kesehatan. Bukan hanya sekadar menjaga warisan adat, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup para pengunjung. (Redaksi)

