Pelaku Begal di Kawali Ternyata Siswa MTsN di Ciamis, Bukan SMP

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa pembegalan yang terjadi di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu akhirnya mengungkap fakta mengejutkan. Salah satu pelaku yang ikut dalam aksi tersebut ternyata seorang pelajar di salah satu MTsN Ciamis, bukan siswa SMP seperti informasi awal yang beredar.

Kepala MTsN di Ciamis, Enok, menegaskan bahwa pelaku, masih tercatat sebagai siswa kelas 9 di madrasah tersebut.

“Dia adalah siswa kami, bukan SMP. Dia masih belajar di MTsN Ciamis,” kata Enok saat dimintai keterangan. Rabu, (01/10/2025)..

Menurutnya, kabar bahwa pelaku merupakan siswa SMP dinilai tidak benar dan perlu diluruskan.

“Kami merasa perlu meluruskan informasi ini, karena dari data resmi sekolah, yang bersangkutan masih aktif di sekolah kami,” ujarnya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu malam (27/9/2025) sekitar pukul 21.30 WIB di Dusun Sukamulya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali. Korban bernama Yuyun Yuningsih, warga Dusun Singandaru, tiba-tiba diserang oleh dua pria saat tengah mengendarai sepeda motor. Dalam kejadian itu, korban sempat mengalami penganiayaan sebelum para pelaku kabur membawa barang berharga.

Enok mengaku kaget ketika mendapat kabar bahwa salah satu siswanya terlibat dalam tindakan kriminal tersebut.

“Jujur kami tidak menyangka. Di mata sekolah, Firman dikenal rajin, sopan, dan berkelakuan baik. Tidak pernah ada tanda-tanda akan melakukan hal seperti ini,” ucapnya dengan nada prihatin.

Pihak sekolah juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

BACA JUGA: Ciamis Kembangkan Wellness Tourism di Kampung Kuta

“Kami tentu sangat menyesalkan. Apa pun yang terjadi, ini sudah masuk ranah hukum. Sekolah hanya bisa mendampingi dari sisi pendidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peran siswa MTsN dalam aksi begal yang menimpa Yuyun Yuningsih.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pelajar yang seharusnya berada di bangku sekolah dan menimba ilmu, bukan melakukan tindak kriminal. Warga berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas pelaku dan memberi efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan