Azkiya Namira Harumkan Nama Ciamis di Bupati Cup Panahan Tradisional Madiun 2025
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran Bupati Cup Panahan Tradisional Kabupaten Madiun 2025 berlangsung meriah di GOR Pangeran Timoer, Kecamatan Mejayan, Minggu (26/10/2025). Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan pemanah tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga wadah pelestarian budaya bangsa yang terus dijaga keberlanjutannya melalui olahraga panahan tradisional.
Tahun ini, suasana kompetisi terasa semakin menarik dengan hadirnya peserta dari berbagai provinsi, salah satunya dari Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Dari deretan peserta yang tampil, nama Azkiya Namira, atlet muda berusia 12 tahun asal Ciamis, berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri.
Dengan semangat juang tinggi, Azkiya mampu menorehkan prestasi membanggakan. Ia sukses meraih Juara 3 Kategori Ground 10 meter (Kelas 4–6 SD Putra/Putri) dan Harapan 3 Ground 15 meter (Kelas 1–3 SMP Putra/Putri). Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan atlet muda dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Dari sekitar 700 peserta yang ikut bertanding, Azkiya mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Perjalanan Azkiya menuju Madiun tidaklah mudah. Ia harus menempuh perjalanan jauh dari Ciamis dengan dukungan penuh dari orang tua. Namun, semangat juang yang kuat menjadi modal utama bagi gadis kecil ini untuk tampil maksimal di setiap sesi perlombaan.
Saat diwawancarai usai menerima medali, Senin (27/10/2025), Azkiya mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, ini menjadi kesempatan berharga dan kebanggaan bagi saya. Peserta dari Ciamis bisa mengharumkan nama daerah di ajang tingkat Kabupaten Madiun,” ujarnya dengan senyum bahagia. Ia menambahkan, prestasi itu tidak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman komunitas panahan Al Asad Academy yang selalu memberikan semangat dalam setiap latihan.
Sang ayah, Diki, turut mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih anaknya. Ia menuturkan, sejak kecil Azkiya sudah menunjukkan ketertarikan pada olahraga panahan.
“Saya selalu mendukung apa pun yang dicita-citakan anak saya. Walau harus menempuh perjalanan jauh, saya tetap memberikan semangat penuh. Yang terpenting, dia bisa terus berkembang dan menikmati hobinya dengan gembira,” ujar Diki penuh haru.
BACA JUGA: Rabat Beton Ratawangi Dukung Kelancaran Ekonomi Warga
Bupati Cup Panahan Tradisional Kabupaten Madiun 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan pertukaran budaya antarpecinta panahan tradisional dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Panahan tradisional bukan sekadar olahraga yang melatih fokus dan ketepatan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan ketenangan, kesabaran, dan kehormatan diri. Semangat yang ditunjukkan Azkiya menjadi contoh nyata bagi banyak anak muda lainnya untuk terus menekuni olahraga tradisional dan berani berprestasi di bidang yang mereka cintai.
Keberhasilan Azkiya Namira tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Ciamis, tetapi juga menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mendukung lahirnya generasi muda yang mencintai olahraga berbasis budaya. Harapan ke depan, semakin banyak atlet muda seperti Azkiya yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional, sekaligus menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari di tengah arus modernisasi. (Eddy)

