Dishub Akui Jalur Entrong–Kalijaya Masih Gelap Total
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Uga Yugaswara menegaskan bahwa jalur Entrong–Kalijaya hingga kini masih gelap gulita karena belum tersambung jaringan listrik PLN. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, dan bahwa penerangan jalur tersebut sudah masuk daftar prioritas untuk dibenahi dalam waktu dekat.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dishub Uga saat menghadiri penyerahan uang kadeudeuh purna bakti dan uang duka wafat periode Juni 2025 sampai Oktober 2025, yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ciamis. Sabtu, (03/12/2025).
Di hadapan para ASN aktif dan purna bakti, ia menanggapi laporan dan keluhan masyarakat soal minimnya penerangan di jalur yang cukup vital bagi aktivitas warga.
Menurutnya, keluhan publik itu benar adanya. Ia menyebut bahwa banyak pengendara mengaku was-was saat melintasi jalur tersebut pada malam hari karena gelap total. Sejumlah warga bahkan menilai jalur itu rawan kecelakaan serta berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
“Bukan kami tidak perhatian. Masalahnya, sampai sekarang belum ada jaringan PLN yang masuk ke jalur Entrong–Kalijaya,” ujarnya menjelaskan.
Uga mengakui bahwa pemerintah tidak bisa langsung memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) sebelum listrik tersedia. Proses ini, katanya, membutuhkan koordinasi intensif antara Pemkab, PLN, dan pihak terkait lainnya.
Kepala Dishub Uga juga menjelaskan bahwa persoalan keterlambatan jaringan listrik bukan semata-mata faktor teknis, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur pendukung. Beberapa ruas daerah yang masih tergolong pinggiran, katanya, membutuhkan penataan lebih dulu sebelum dilakukan pemasangan jaringan.
Meski begitu, ia memastikan bahwa kondisi gelap gulita tersebut tidak akan dibiarkan berkepanjangan. Pemerintah daerah, kata dia, telah memasukkan jalur itu sebagai skala prioritas.
“Untuk tahun anggaran berikutnya, kami sudah memasukkan jalur Entrong–Kalijaya ke dalam prioritas pembangunan. Kami dorong percepatan jaringan listrik supaya PJU bisa dipasang,” ujarnya.
Masyarakat diminta bersabar sekaligus tetap menyampaikan aduan jika ditemukan risiko atau kejadian di jalur tersebut. Ia menegaskan bahwa Dishub terbuka menerima laporan publik sebagai bahan evaluasi dan dasar penentuan anggaran.
Uga juga mengingatkan pentingnya penerangan jalan sebagai bagian dari aspek keselamatan. Menurutnya, PJU bukan sekadar pelengkap, tetapi fasilitas yang berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.
“Jangan dianggap sepele. Penerangan jalan itu menyangkut nyawa orang,” tegasnya.
Dalam acara penyerahan uang kadeudeuh, sejumlah ASN purna bakti yang hadir juga menyampaikan harapan agar pemerintah mempercepat penanganan jalur tersebut. Mereka menilai jalur itu sering dilalui warga yang bekerja pulang malam, sehingga penerangan menjadi kebutuhan mendesak.
BACA JUGA: Pembangunan Gedung KDMP Purwajaya Terus Dikebut
Kepala Dishub menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin kondisi gelap ini menimbulkan masalah-masalah yang seharusnya bisa dicegah. Begitu jaringan PLN masuk, pemasangan PJU langsung dikerjakan,” katanya.
Dengan penjelasan ini, masyarakat diharapkan memahami proses pembangunan yang memang dilakukan bertahap, namun tetap menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Ciamis. (Rizky, Revan).

