Sekjen ATR BPN Dorong Kolaborasi Lintas Biro Hadapi Program Kerja 2026

infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Menyongsong pelaksanaan program kerja tahun 2026, Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar kegiatan Pengarahan Sekretaris Jenderal (Sekjen) bagi Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Setjen. Kegiatan yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (05/01/2026), ini menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi internal dalam mendukung capaian kinerja kementerian secara optimal.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam arahannya mengajak seluruh jajaran Setjen untuk mengedepankan kerja sama lintas biro, khususnya dalam menjalankan tugas dan fungsi kesekretariatan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kementerian tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang solid antarunit kerja.

Dalu Agung menyampaikan bahwa memasuki tahun 2026, seluruh pegawai di lingkungan Setjen diharapkan dapat bekerja bersama-sama dalam hal-hal yang bersifat substantif. Menurutnya, Kesekjenan memiliki peran strategis dalam mendukung unit teknis agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan terukur.

“Memulai tugas-tugas kita di tahun 2026 ini, mari kita bareng-bareng kerja sama untuk hal yang substantif, utamanya pada pemenuhan tugas dan fungsi kesekjenan,” ujar Dalu Agung Darmawan saat memimpin rapat.

Lebih lanjut, Sekjen ATR/BPN menekankan pentingnya mengesampingkan ego sektoral yang kerap menjadi penghambat dalam organisasi. Ia mendorong setiap biro untuk saling melengkapi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga tidak terjadi kerja yang terfragmentasi.

Ia mencontohkan, apabila unit teknis berbicara mengenai penyelesaian berkas pertanahan, maka Kesekjenan perlu memikirkan dukungan yang dapat diberikan dari sisi perencanaan, tata kelola, hingga evaluasi prosedur kerja. Dengan demikian, setiap proses dapat menghasilkan output yang jelas dan berkelanjutan.

“Jangan sampai kita bekerja sendiri-sendiri. Perencanaan harus memikirkan eksekusi kegiatan dan output-nya, sementara Biro Ortala dan Manajemen Risiko memastikan apakah SOP yang ada sudah tepat atau perlu disempurnakan,” jelasnya, merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional ATR/BPN Desember 2025 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Dalu Agung Darmawan juga menyoroti peran strategis Jabatan Fungsional yang dinilai semakin dibutuhkan dalam mendukung kinerja biro. Ia menilai, Jabatan Fungsional memiliki kompetensi teknis yang menjadi tulang punggung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, Pejabat Struktural perlu memiliki visi ke depan dalam mengarahkan organisasi, sekaligus mampu memberdayakan para pejabat fungsional agar potensi dan keahliannya dapat dimanfaatkan secara maksimal.

BACA JUGA: Redistribusi Tanah Wujudkan Perdamaian Desa Soso

“Inilah Jabatan Fungsional menjadi posisi yang semakin hari semakin dibutuhkan. Mereka adalah pelaksana teknis, sementara pejabat struktural harus memikirkan arah dan pengembangan organisasi,” tegasnya.

Kegiatan pengarahan ini dihadiri para Kepala Biro beserta Pejabat Struktural dan Fungsional dari berbagai unit di lingkungan Setjen Kementerian ATR/BPN. Melalui pengarahan ini, diharapkan terbangun semangat kolaborasi dan kesamaan visi dalam menghadapi tantangan serta target program kerja ATR/BPN tahun 2026. (Satrio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan