Pemkot Banjar Percepat Modernisasi Tani Alsintan

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Pemerintah Kota Banjar terus mendorong modernisasi sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemerataan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di seluruh wilayah Kota Banjar.

Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, menegaskan bahwa bantuan alsintan pada prinsipnya terbuka untuk seluruh kelompok tani, selama dimanfaatkan secara optimal dan sesuai peruntukannya. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah harus berdampak langsung terhadap peningkatan hasil pertanian, bukan sekadar menjadi aset yang tidak digunakan secara maksimal.

“Pada prinsipnya seluruh kelompok tani bisa mendapatkan bantuan. Tinggal bagaimana bantuan dari pemerintah ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujar Sudarsono, Rabu (14/1/2026), usai penyerahan bantuan alsintan.

Sudarsono juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar masih memiliki lima unit alsintan jenis crawler atau traktor beroda rantai. Menurutnya, alat tersebut sangat dibutuhkan terutama pada kondisi lahan berat dan tanah basah yang kerap dihadapi petani saat musim hujan.

“Crawler itu masih ada lima unit. Ke depan akan kita distribusikan ke wilayah Kota Banjar. Mudah-mudahan setiap kecamatan bisa masuk,” katanya.

Selain crawler, Pemkot Banjar juga menargetkan pemerataan bantuan traktor roda empat. Sudarsono menyebut pemerintah telah menyiapkan skema distribusi dua unit traktor roda empat di setiap kecamatan agar seluruh wilayah mendapatkan akses yang sama terhadap alsintan modern.

“Target kita setiap kecamatan ada dua unit traktor roda empat, jadi totalnya delapan unit untuk Kota Banjar,” ucapnya.

Ia mengakui bahwa kebutuhan traktor roda dua di Kota Banjar relatif sudah tercukupi. Namun, tantangan perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem menuntut penggunaan alsintan yang lebih besar dan bertenaga agar proses pengolahan lahan tetap berjalan optimal.

“Ke depan saya berharap sawah saat musim hujan, termasuk lahan kebun, bisa menggunakan traktor roda empat dan crawler yang ada di Dinas Pertanian,” tuturnya.

Manfaat bantuan alsintan tersebut dirasakan langsung oleh petani. Ketua Kelompok Tani Sekar Mukti, Karang Tengah, Desa Balokang, Sarifudin, menilai bantuan traktor roda empat sangat efektif untuk mengolah lahan dengan kondisi tanah hujan. Ia mengatakan alat tersebut mampu membantu petani tetap produktif meskipun menghadapi kendala cuaca.

“Alhamdulillah, bantuan alsintan roda empat ini sangat efektif untuk lahan tanah hujan,” ujarnya.

Sarifudin menjelaskan bahwa dengan dukungan traktor roda empat, petani memiliki peluang lebih besar untuk menyesuaikan pola tanam. Ia menilai alsintan tersebut dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk padi, tetapi juga tanaman palawija dan jagung saat kondisi lahan memungkinkan.

BACA JUGA: Komisi D DPRD Ciamis Monitoring SPPG di Banjarsari dan Banjaranyar

“Kalau nanti terjadi kekeringan, kita tetap bisa menanam, baik palawija maupun jagung. Ini jauh lebih efektif,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai penggunaan alsintan modern mampu mempercepat pengolahan lahan dan menekan biaya produksi. Dengan demikian, intensitas tanam petani bisa meningkat dibandingkan sebelumnya.

“Harapan saya, pertanian ke depan bisa lebih maju. Kalau dulu setahun hanya dua kali tanam, ke depan bisa sampai empat kali tanam dengan pola palawija,” pungkasnya.

Dengan pemerataan alsintan dan pemanfaatan yang tepat sasaran, Pemkot Banjar optimistis modernisasi pertanian tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat daya tahan petani menghadapi perubahan iklim serta mendorong kesejahteraan secara berkelanjutan. (Johan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan