Berita Ciamis

Munggahan Lapas Ciamis Jadi Ruang Pembinaan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar kegiatan munggahan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kamis, (12/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta diikuti jajaran pegawai dan warga binaan dalam suasana sederhana namun sarat makna. Momentum ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan, evaluasi, dan refleksi diri.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIB Ciamis, James, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan menjelang Ramadan. Ia menyampaikan bahwa kondisi fisik yang prima menjadi modal utama dalam menjalankan aktivitas harian dan ibadah puasa.

“Kesehatan itu mahal dan sangat penting. Kalau kalian sakit, yang merasakan dan repot itu diri sendiri,” ujarnya.

James menjelaskan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas. Menurutnya, petugas hanya memberikan pelayanan dan pengawasan, sedangkan kesadaran menjaga diri harus tumbuh dari masing-masing individu.

“Kami bertugas memberikan pelayanan, tetapi menjaga kesehatan adalah kewajiban pribadi,” katanya lugas.

James juga mengingatkan bahwa berbagai gangguan kesehatan sering berawal dari pola hidup yang tidak disiplin. Ia mendorong warga binaan untuk menerapkan kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.

“Mandi teratur, tidur teratur, makan teratur, dan olahraga teratur. Kalau tidak teratur, pasti ada gangguan kesehatan,” tegasnya.

Selain aspek kesehatan, ia memaparkan bahwa pembinaan keterampilan terus menjadi fokus utama di Lapas Ciamis. Ia menjelaskan bahwa berbagai pelatihan telah dijalankan sebagai bekal kemandirian warga binaan setelah bebas.

“Kami sudah melaksanakan pelatihan anyaman koran, pembuatan tas, hingga alat pancing. Semua itu untuk bekal kalian nanti,” ujar James.

Menurutnya, pembinaan keterampilan bukan sekadar mengisi waktu, tetapi bagian dari proses membangun mental produktif. Ia menegaskan bahwa tanpa keahlian, warga binaan berisiko kembali mengalami kesulitan saat kembali ke masyarakat.

“Supaya nanti ketika bebas tidak bengong dan tidak bingung. Minimal punya keahlian untuk bekal hidup,” katanya.

James juga mengungkapkan rencana pengembangan pelatihan barista sebagai respons terhadap peluang usaha yang semakin terbuka di bidang kuliner dan kopi. Ia menilai keterampilan tersebut realistis dan aplikatif untuk dijalankan secara mandiri.

“Ke depan kita akan adakan pelatihan barista. Harapannya setelah bebas, kalian bisa mandiri karena sudah dibekali dari dalam lapas,” ucapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada keseriusan warga binaan mengikuti setiap program yang tersedia. Ia mengingatkan bahwa partisipasi aktif menjadi salah satu syarat dalam proses pengajuan integrasi.

“Ikuti program-program yang ada di lapas. Itu syarat mutlak untuk integrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kekompakan antarwarga binaan. Lingkungan yang tertib dan harmonis, menurutnya, akan mempercepat tercapainya tujuan pembinaan.

BACA JUGA: Respons Cepat Polres Banjar Ungkap Penganiayaan

“Jaga kebersihan, keamanan, dan kekompakan. Kita harus saling mendukung,” ujarnya.

Sesi dialog yang digelar setelah pengarahan menjadi ruang terbuka bagi warga binaan menyampaikan aspirasi dan pengalaman. Salah seorang warga binaan menyampaikan bahwa selama menjalani masa pidana, ia merasakan manfaat dari berbagai program pembinaan yang ada.

“Di sini saya mendapat banyak pengalaman dan keterampilan untuk bekal setelah keluar nanti,” katanya.

Melalui kegiatan munggahan ini, Lapas Kelas IIB Ciamis kembali menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan proses pembinaan menuju perubahan. Ramadan diharapkan menjadi momentum memperkuat disiplin, memperdalam refleksi diri, dan menata masa depan dengan lebih bertanggung jawab. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *