Acara Pengajian PPDI Banjar: Mendorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

infopriangan.com, BERITA BANJAR.
Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) menggelar acara pengajian di Saung Ngopi, Dusun Karang Tengah, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 anggota PPDI, menjadi momen penting untuk merayakan kemandirian dan potensi individu dalam komunitas penyandang disabilitas.

Acara pengajian rutin ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual, tetapi juga sebagai platform untuk saling berbagi pengalaman dan membangun solidaritas antaranggota. Dalam suasana yang hangat, mereka merayakan pencapaian individu dan kolektif, sekaligus merenungkan tantangan yang harus dihadapi.

Calon Wakil Walikota Banjar, H. Mujamil, juga hadir dalam acara tersebut. Kehadirannya, menurut pernyataannya, adalah bentuk dukungan nyata terhadap penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, kehadiran dirinya disini untuk mendukung kalian, karena hak-hak penyandang disabilitas belum sepenuhnya terpenuhi. H. Mijamil berkomitmen untuk membantu dan memfasilitasi kegiatan penyandang disabilitas di Banjar.

“Keberadaan penyandang disabilitas memerlukan perhatian lebih. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa memahami apa yang diperlukan untuk mendukung mereka dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).” kata Mijamil.

Ia menambahkan bahwa meskipun beberapa kebutuhan dasar penyandang disabilitas masih belum terpenuhi, ia akan membantu secara bertahap. Jumat, (26/09/2024).

“Saya berkomitmen untuk memenuhi sarana dan prasarana yang diperlukan agar penyandang disabilitas dapat berinteraksi dan berkontribusi lebih baik di masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Mujamil disambut positif oleh Ketua PPDI Kota Banjar, Iwan Sanusi. Iwan menyatakan, ehadiran H.Mujil seolah menjadi solusi.

“Kami yakin pasangan ini memiliki kapasitas untuk memimpin dan memperhatikan kebutuhan kami,” ucapnya.

Ia mengharapkan Mujamil dan pasangannya Nana Suryana dapat membawa perubahan signifikan bagi penyandang disabilitas di Kota Banjar.

Sementara Iwan menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak hanya terkait dengan sarana fisik.

Iwan berharap pemimpin kota Banjar ke depan dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan fasilitas dan anggaran untuk penyandang disabilitas.

“Kami berharap agar siapa saja yang memimpin kota ini memberikan perhatian lebih pada kebutuhan kami,” ungkapnya.

Selama acara pengajian, para peserta berbagi cerita dan pengalaman. Diskusi mengenai berbagai isu, seperti aksesibilitas dan pengembangan UMKM, menjadi fokus utama. Mereka berharap dapat melahirkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi komunitas penyandang disabilitas.

“Saya ingin menciptakan lingkungan yang mendukung keberadaan penyandang disabilitas, agar mereka bisa berkontribusi secara maksimal,” kata Muzamil.

BACA JUGA: Menteri AHY Dorong Pendaftaran Tanah untuk Kesejahteraan

Melalui kegiatan ini, PPDI Kota Banjar menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.

Semangat kemandirian dan kebersamaan mereka patut dicontoh oleh semua pihak, dengan harapan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. (Johan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan