Advertorial

infopriangan.com, ADVERTORIAL. Situ Lengkong terletak di kaki Gunung Sawal Desa Panjalu Kecamatan Panjalu, dari Kota Ciamis berjarak sekitar 41 Km ke Utara. Situ Lengkong luasnya 57,95 ha dimana terdapat Nusa Gede atau Nusa Larang di bagian tengahnya dengan luas 9,25 ha. Nusa Gede ini merupakan hutan lindung yang ditetapkansejak jaman Belanda pada tahun 1919.

Keberadaan Situ Lengkong Panjalu tidak lepas dari Tradisi Adat Nyangku di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Nyangku merupakan tradisi membersihkan benda pusaka bersejarah peninggalan Prabu Borosongora yang dipusatkan di Taman Borosngora Alun- alun Panjalu. Tradisi ini digelar pada hari Senin atau Kamis di Bulan Rabiul Awal. Nyangku diawali dengan mengeluarkan benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu dari Museum Bumi Alit. Benda pusaka itu lalu diarak oleh keluarga atau keturunan Kerajaan Panjalu dengan diiringi rebana. Selanjutnya benda pusaka itu dibawa ke Nusa Gede atau
pulau di tengah Situ Panjalu menggunakan perahu. Setelah itu, benda pusaka tersebut dibawa kembali ke Alun-alun Panjalu untuk dibersihkan atau dijamas.

Dalam proses itu, ada 3 benda pusaka yang dibersihkan secara simbolis. Yakni pedang Zulfikar yang konon diberikan Sayidina Ali kepada Prabu Borosngora sewaktu ke Mekkah.

Lalu ada Kujang Panjalu dan juga Keris Stok Komando. Pencucian benda pusaka itu disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat.

Nyangku bertujuan merawat benda pusaka bersejarah peninggalan Prabu Borosngora, sehingga benda pusaka itu tetap terjaga sampai generasi berikutnya. Sedangkan makna
dari Tradisi Adat Nyangku yakni membersihkan atau mensucikan diri.

Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis melihat potensi investasi besar bagi pengembangan Situ Lengkong Panjalu sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Ciamis. Beberapa potensi investasi yang bisa dijalankan di Situ Lengkong
Panjalu meliputi :

• Potensi pembangunan Skylift di atas air mengelilingi nusa.
• Usaha Jasa Transportasi Wisata.
• Jasa Ruang Pertemuan Pameran.
• Jasa Agen Perjalanan Wisata (Travel).
. Galeri Seni dan Budaya.

Mengingat pentingnya peran Situ Lengkong Panjalu dalam pengembangan pariwisata khususnya wisata budaya dan religi di Kabupaten Ciamis, Dinas Pariwisata Kabupaten
Ciamis sangat bersyukur dan menyambut baik Program Revitalisasi Situ Lengkong Panjalu Tahun 2023 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kucuran anggaran sebesar 30 milyar rupiah dari Dinas Sumber Daya Air(SDA) Provinsi Jawa Barat. Melalui revitalisasi tersebut, Situ Panjalu diharapkan menjadi salah satu wisata unggulan di
Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dian Kusdiana, S. Ip., MM. memaparkan penjelasan tentang Revitalisasi Situ Lengkong Panjalu yang akan dilaksanakan melalui dua tahap.

“Revitalisasi dimulai dari bulan Maret sampai Agustus 2023. Jadi Nanti Situ Lengkong Panjalu akan memiliki wajah baru sebagai destinasi wisata religi. Tahun ini tahap pertama untuk anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 15 miliar,” ujarnya. Sarana wajah atau muka obyek wisata Situ Lengkong terbaru bakal dibangun pada tahap pertama. Hal itu meliputi gerbang, penataan sekitar lahan parkir, kios-kios, diorama, pembuatan kantor pengelola dan normalisasi Situ Lengkong”, tambahnya.

Berdasarkan penjelasan LPSE Provinsi Jawa Barat, Revitalisasi Dan Penataan Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis merupakan pekerjaan penataan ruang terbuka publik atau penataan kawasan wisata Situ Lengkong Panjalu. Ruang terbuka publik yang dikembangkan juga diharapkan dapat lebih tertata, nyaman serta seluruh ruangnya menjadi terintegrasi dengan adanya penambahan fasilitas dan fungsi baru seperti misalnya plaza, pemusatan area kios di area atas, area berfoto, lookout area, diorama, dan ruang lainnya yang akan menjadikan kawasan ini memiliki alur wisata yang baik.

Adapun pekerjaan revitalisasi tersebut meliputi :

  1. Penataan Area 2 dengan kawasan eksisting yang meliputi bangunan utama (bangunan
    pengelola), bangunan kios souvenir, lookout area, ramp akses menuju Area 3, musola,
    pos jaga, tugu eksisting, giant text, dan plaza komunal dengan ruang terbuka hijau.
  2. Penataan Area 3 dengan beberapa fungsi ruang diantaranya plaza dermaga, kios
    kerajinan lokal, pendopo eksisting, toilet, ticketing, dan dinding diorama sejarah Situ
    Lengkong Panjalu.
    Lebih jauh, Dian Kusdiana, S. Ip., MM. mengungkapkan rasa syukur serta harapannya
    terkait Revitaliasi Situ Lengkong Panjalu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Revitalisasi dimulai dari bulan Maret sampai Agustus 2023. Jadi nantinya Situ Lengkong Panjalu akan memiliki wajah baru sebagai destinasi wisata religi. Semoga setelah memiliki
wajah baru dan menambah daya tarik, pengunjung yang datang ke Ciamis lebih
meningkat. Ini merupakan gerbang wisata religi di Jabar. Pengunjung dari Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa lebih banyak lagi datang ke Ciamis,” ujarnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan