Aksi Demo Marak, Warga Pendidikan Diminta Jadi Penuntun

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Fenomena maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah akhir-akhir ini menjadi perhatian serius masyarakat. Aksi yang seharusnya berfungsi sebagai ruang penyampaian aspirasi rakyat, dalam praktiknya kerap menimbulkan kericuhan dan tindakan destruktif akibat ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Senin, (01/09/2025).

Melihat situasi tersebut, kalangan pendidikan diingatkan agar tidak sekadar menjadi penonton. Mantan Pengurus PGRI Kabupaten Ciamis, Nanang Heryanto, menyampaikan pandangan bahwa warga pendidikan justru harus tampil memberi arah dan keteduhan di tengah masyarakat.

“Kita mendukung penyampaian aspirasi. Itu hak warga negara yang dijamin undang-undang,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa cara menyampaikan aspirasi tidak boleh mengorbankan ketertiban umum, merusak fasilitas, atau mencederai nilai budaya Tatar Galuh yang menjunjung tinggi rasa hormat serta gotong royong.

Menurut Nanang, guru, kepala sekolah, dan insan pendidikan lainnya memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai demokrasi yang sehat dan beradab. Ia menilai, demonstrasi seharusnya menjadi ruang belajar kebebasan yang bertanggung jawab, bukan arena destruksi.

“Warga pendidikan mesti hadir sebagai penuntun moral. Kita harus mengajarkan kepada anak didik bahwa menyampaikan pendapat itu penting, tetapi harus disertai etika,” tegasnya. Ia menambahkan, perbedaan pendapat tidak boleh menghilangkan rasa saling menghormati. Budaya Sunda telah lama menanamkan prinsip silih asih, silih asah, silih asuh, yang harus terus dihidupi dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berdemokrasi.

Nanang juga mengajak agar momentum maraknya aksi demo dijadikan bahan refleksi bersama. Menurutnya, demokrasi akan tumbuh subur bila diwarnai empati, tenggang rasa, dan kesediaan untuk menghargai orang lain. Ia menilai, warga pendidikan memiliki peran strategis untuk menjadi teladan dalam menjaga demokrasi yang damai.

“Sebagai warga pendidikan, mari kita mendukung aspirasi rakyat, tetapi dengan cara yang santun, beretika, dan jauh dari tindakan anarkis,” katanya. Ia menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga perbedaan tanpa saling melukai.

Di akhir pandangannya, Nanang menyampaikan harapan agar Ciamis tetap menjadi ruang yang teduh dan damai. Ia menaruh keyakinan pada kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya untuk mampu menyikapi dinamika demokrasi dengan bijaksana.

BACA JUGA: MUI Ciamis Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

“Semoga di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya, Ciamis dapat menghadapi eskalasi demokrasi ini dengan kebijakan yang arif dan menenteramkan masyarakat,” ungkapnya. Ia menutup dengan pesan bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh bila pemerintah dan rakyat sama-sama menjaga rasa, menghormati satu sama lain, serta menolak segala bentuk destruktivitas.

Dengan demikian, pesan Nanang menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan bukan hanya tempat menyalurkan ilmu, tetapi juga benteng moral dalam menjaga kehidupan berbangsa yang damai dan beradab. (Kusmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan