Ancora Dorong Guru Kuasai Ilmu Didaktik dan Metodik

infopriangan.com, BERITA GARUT. Ancora Foundation Indonesia, melalui direktornya, Zakky Habibi, menegaskan pentingnya penguasaan ilmu didaktik, metodik, dan pemahaman perkembangan anak bagi para guru. Menurut Zakky, guru harus memiliki kemampuan khusus untuk menghadapi masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD). Masa ini, katanya, merupakan fase yang krusial karena memerlukan penanganan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

Zakky menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya merasa berkewajiban untuk berbagi ilmu kepada para guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kami menyadari betapa pentingnya masa transisi ini, karena beberapa bulan lagi anak-anak PAUD akan mulai masuk SD,” ujar Zakky.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan pendekatan yang berbeda saat menghadapi lingkungan belajar baru di SD, yang tentunya lebih terstruktur dibandingkan dengan PAUD.

Untuk itu, Ancora Foundation bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengadakan pelatihan khusus bagi guru dalam menghadapi masa transisi ini. Pelatihan tersebut dilaksanakan di aula Korwil Pendidikan Kecamatan Cisompet beberapa waktu lalu.

“Kami mengadakan pelatihan ini agar para guru lebih siap menghadapi tantangan mendidik pada masa transisi ini,” kata Zakky.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini diikuti oleh 42 guru, yang terdiri dari guru kelas 1 dan 2 SD serta guru PAUD. Para peserta diberikan pembekalan terkait ilmu-ilmu mendidik dan berbagai metode pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak di masa transisi.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang perkembangan anak, strategi belajar aktif, serta cara menciptakan suasana belajar yang menyenangkan namun tetap terarah.

Zakky menjelaskan bahwa anak-anak pada masa transisi sering kali mengalami tantangan dalam beradaptasi, baik dari segi akademik maupun sosial. Oleh karena itu, guru harus memahami bagaimana cara terbaik untuk mendampingi mereka.

“Seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi fasilitator yang mampu memahami kebutuhan psikologis dan emosional anak,” tuturnya.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Siti, guru kelas 1 SD, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu.

“Saya jadi lebih memahami bagaimana cara membimbing anak-anak agar mereka tidak merasa tertekan saat mulai belajar di SD,” katanya.

Menurutnya, banyak anak yang merasa kaget dengan perubahan lingkungan belajar yang lebih formal di SD, sehingga guru perlu menciptakan suasana yang nyaman untuk mereka.

Zakky juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya bergantung pada materi yang disampaikan, tetapi juga pada dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Zakky.

Ia berharap pelatihan semacam ini bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya di Kabupaten Garut, tetapi juga di daerah lain.

“Meningkatkan kualitas pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan kami ingin menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Zakky menegaskan bahwa masa transisi dari PAUD ke SD adalah fase penting yang menentukan bagaimana seorang anak akan menjalani perjalanan pendidikannya di masa depan. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan seorang anak di SD sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia melewati masa transisi ini.

“Jika anak merasa nyaman dan percaya diri sejak awal, mereka akan lebih siap untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Ancora Foundation, lanjut Zakky, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi guru. Ia berharap apa yang telah dilakukan di Kabupaten Garut ini bisa menjadi contoh yang menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

BACA JUGA: Manfaat Daun Pegagan: Tanaman Herbal untuk Kesehatan Optimal

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik antara lembaga pendidikan dan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru dan siswa.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan guru adalah kunci utamanya,” pungkasnya. (Liklik Sumpena/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan