Anggota DPRD Jabar Tolak Perpindahan IKJB

infopriangan.com, BERITA GARUT.  Perpindahan Ibu Kota Jawa Barat (IKJB) tidaklah sederhana dan mudah. Apalagi hanya karena desakan para investor yang telah mempersiapkan kota baru itu dalam “business plan” mereka.

Tentu dikemudian hari akan memberikan kemudahan kepada permukiman dan bisnis yang diletakkan disekitar ibu kota baru tersebut.

Sementara ibu kota lama yang masih sangat lama dan masih sangat layak harus ditinggalkan begitu saja.

Kota lama masih memerlukan anggaran besar, sementara perpindahan ibu kota akan menyedot dana yang lebih besar, tentunya akan menjadi beban tambahan anggaran. Demikian dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Mohammad Adib Zain. Minggu, (16/10/2022).

Adib lebih jauh mengatakan, kita belum pulih dari “badai” pandemi Covid-19. Dunia saat ini diharapkan pada krisis tentunya akan sangat berdampak terhadap Indonesia. Terutama akan terasa pada tahun 2023.

“Paling tidak, hal itu sering kita dengar dari Menkeu dan Presiden,” kata Adib.

Perpindahan IKJB ini kata Adib, berawal dari bisik-bisik dan tidak jelas ada tidaknya dokumen perencanaan dan keputusan legalisasinya. Dan hal ini tentunya dianggap “ngawur”.

Tiba-tiba kata Adib, ada salah satu direktur utama PT swasta yang mengatakan kemungkinan ibu kota Jawa Barat dipindahkan ke wilayah Tegalluhur, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

“Dan itu dia ucapkan saat ada kunjungan kerja Presiden yang didampingi beberapa menteri ke Bandung. Hal ini juga membuat warga kota Bandung protes, termasuk pak Wali Kota kang Yana Mulyana,” tutur anggota DPRD Jabar asal Garut, Adib.

Menurut Adib, terlalu jauh jika seorang Dirut perusahaan swasta berbicara di luar kewenanganya. Jika pun benar, seluruh  stakeholder Kota Bandung dan Provinsi Jabar harus bersama-sama membicarakanya.

Sebab kata Adib, sangat berbeda dengan IKN, yang memang ada pertimbangan geo politik, geo strategis nasional.

“Jika IKJB ikut-ikutan dipindahkan, rasanya sangat mustahil,” kata anggota DPRD Jabar Fraksi PPP itu.

Gedung sate yang bersejarah kata Adib, Kota Bandung yang identik dengan kota dunia, kota Asia-Afrika, akan ditinggalkan begitu saja? Dan akan dipindahkan ke kawasan hasil pembebasan tanah oleh pengembang besar. Sementara tanah tetsebut adalah tanah produktif yang jadi andalan warga disana.

BACA JUGA: Demokrat Jabar Gelar Rapimda di Hotel Salis

“Karena itu sudahlah tutup saja wacana atau opini perpindahan ibu kota Jabar ini. Masih banyak urusan rakyat yang lebih penting dan mendesak,” sambung Adib.

Misalnya saja kata Adib, IPM Jabar yang terpuruk, tata ruang lingkungan Bandung Raya yang makin rusak, kondisi sosial ekonomi Jabar yang mengalami kemunduran dan masalah lainnya yang harus diselesaikan bersama. (Liklik Sumpena/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan