Asep Noordin: Pejabat Pangandaran Harus Punya Mindset Pengusaha

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan bahwa pejabat daerah harus mengubah pola pikir mereka agar lebih berorientasi pada bisnis. Ia menilai, dengan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pangandaran yang tengah mengalami defisit, pejabat tidak bisa hanya terpaku pada rutinitas tahunan tanpa inovasi.

Menurut Asep, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran harus mulai berpikir layaknya seorang pengusaha atau CEO yang mampu menciptakan peluang serta mendongkrak pendapatan daerah. Jika hanya mengandalkan pola kerja administratif dan rutinitas belaka, maka Pangandaran akan sulit berkembang.

“Jangan hanya mengulang, jangan hanya melayani dan melakukan rutinitas, tapi mindset seluruh elemen pemerintahan, terutama di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), harus berubah. Mereka harus berpikir seperti pengusaha, seperti CEO,” tegasnya. Jumat, (07/03/2025).

Asep mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja. Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini bukan hanya terjadi di Pangandaran, melainkan juga di tingkat nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dalam birokrasi.

“Sekarang ini kita butuh pemimpin yang punya kemampuan, yang tidak hanya bergantung pada APBD, tapi bisa mencari solusi lain untuk meningkatkan pendapatan daerah,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa selama kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata, pondasi dasar pembangunan sudah diletakkan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana mengembangkan potensi yang ada agar bisa menghasilkan pendapatan lebih besar bagi daerah.

Menurutnya, Pangandaran memiliki sumber daya alam yang sangat potensial, terutama di sektor pariwisata. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita punya sumber daya alam yang cukup besar. Tinggal bagaimana memanfaatkannya secara maksimal agar memberikan dampak ekonomi yang nyata,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menyoroti pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pemikiran yang kreatif dan inovatif harus menjadi budaya dalam birokrasi, bukan hanya sekadar formalitas.

“Jangan hanya bekerja mengikuti rutinitas yang sama setiap tahun. Pejabat harus bisa membuat gebrakan dan menciptakan program yang bisa benar-benar menguntungkan daerah,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah bisa mengadakan event-event besar yang menarik wisatawan dalam jumlah banyak. Event semacam ini tidak hanya bisa meningkatkan PAD tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Event besar bisa mendatangkan wisatawan, meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal, dan secara tidak langsung menambah pemasukan daerah,” jelasnya.

Asep juga menekankan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi profesi, sangat diperlukan. Menurutnya, dunia usaha memiliki pola pikir yang lebih progresif dalam mencari keuntungan dan seharusnya pemerintah bisa belajar dari mereka.

“Organisasi profesi dan sektor swasta harus dilibatkan lebih aktif dalam pembangunan Pangandaran. Kita tidak bisa hanya bergantung pada mekanisme birokrasi yang kaku,” katanya.

BACA JUGA: Optimalisasi Pajak, HGU Tak Sesuai Ditertibkan

Asep menegaskan bahwa tujuan akhir dari perubahan mindset ini adalah kesejahteraan masyarakat Pangandaran. Ia yakin bahwa jika PAD meningkat, maka pemerintah daerah bisa lebih leluasa dalam menjalankan program-program yang langsung berdampak pada rakyat.

“Kalau pendapatan daerah bagus, tentu akan lebih mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini yang harus jadi fokus utama,” pungkasnya.

Ia berharap, para pejabat di Pangandaran bisa segera beradaptasi dengan tantangan zaman dan mulai berpikir lebih luas. Dengan begitu, Pangandaran bisa berkembang menjadi daerah yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi. (KMP/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan