ASN ATR BPN Diminta Peduli Isu Informasi Publik RI
infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga pada Kementerian ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, menginstruksikan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS untuk lebih peduli terhadap dinamika informasi yang berkembang di ruang publik serta aktif mendukung komunikasi lembaga. Arahan tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jumat (13/02/2026).
Bagas menekankan bahwa setiap ASN tidak boleh bersikap apatis terhadap isu yang menyangkut institusi, terutama di tengah arus informasi digital yang bergerak cepat dan kerap membentuk opini publik dalam waktu singkat. Menurutnya, ketidakpedulian terhadap informasi justru dapat merugikan lembaga karena membuka ruang bagi narasi yang tidak utuh atau bahkan keliru.
Bagas mengingatkan bahwa jangan sampai pegawai di internal lembaga justru tertinggal dalam memahami isu yang ramai dibicarakan masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut dapat menciptakan kesan kurang siap dan tidak responsif. “Jangan sampai orang luar sibuk membicarakan ATR/BPN, sementara kita yang di dalam justru tidak tahu apa-apa. Kita semua adalah humas bagi lembaga ini,” tegasnya di hadapan peserta Latsar.
Lanjut Bagas menjelaskan bahwa setiap ASN pada dasarnya adalah representasi institusi, sehingga perilaku, kinerja, hingga aktivitas di media sosial akan selalu dikaitkan dengan nama besar kementerian. Karena itu, tanggung jawab menjaga citra tidak hanya berada di unit kehumasan, melainkan menjadi kewajiban bersama.
Menurutnya, citra lembaga tidak dibangun melalui pernyataan formal semata, tetapi melalui pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kualitas pelayanan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP) akan memperkuat komunikasi publik secara otomatis.
“Citra lembaga dibangun dari pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kalau pelayanan sudah baik dan sesuai SOP, komunikasi publik juga akan lebih kuat,” ujarnya.
Bagas juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi kementerian agar tidak terjebak pada kabar yang belum terverifikasi. Ia menilai ASN harus menjadi sumber klarifikasi yang kredibel di tengah beredarnya berbagai opini di media sosial.
“Kalau kita tidak memahami informasi resmi, kita bisa ikut menyebarkan hal yang keliru. ASN harus menjadi penjernih, bukan justru memperkeruh,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak, profesional, dan tetap mengedepankan etika. Ia menyebut ruang digital bukan ruang privat sepenuhnya bagi ASN karena publik akan selalu mengaitkan identitas pribadi dengan institusi tempat bekerja.
“Di era keterbukaan ini, jejak digital sangat mudah dilihat. Karena itu, sikap kita di ruang digital harus mencerminkan integritas,” tegasnya.
Dalam kegiatan Latsar CPNS Gelombang 3 tersebut, Bagas turut menyoroti pentingnya pemahaman terhadap etika komunikasi dan ketentuan layanan informasi publik. Ia menilai pemahaman tersebut menjadi bekal dasar agar ASN tidak keliru dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
BACA JUGA: SPPG Sindanghayu Latih Relawan Cegah Kebakaran
“Profesionalisme, integritas, dan kepedulian adalah kunci. Kepercayaan publik tidak datang begitu saja, tetapi dibangun dari konsistensi kita bekerja,” ucapnya.
Kegiatan yang dimoderatori Widyaiswara Ahli Madya Luthfian Riza Sanjaya itu juga dihadiri Kepala Subbagian Pemberitaan dan Media Arie Satya Dwipraja. Melalui forum ini, pesan yang mengemuka bukan sekadar ajakan bersikap komunikatif, melainkan dorongan agar setiap ASN menyadari bahwa reputasi lembaga adalah tanggung jawab kolektif yang harus dijaga sejak hari pertama mengabdi. (Dena)

