Asyiknya Ngabuburit Sekolah Warga Motekar
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ngabuburit merupakan istilah yang diserap dari bahasa sunda. Artinya, umat muslim yang melaksanakan puasa dan beraktifitas di sore hari menunggu berbuka.
Warga Ciamis biasanya ngabuburit di sejumlah titik keramaian di perkotaan secara terpusat. Namun berbeda bagi gaya ngabuburit di Lembur Ala Sakola Warga Motekar.
Meski bertempat di wilayah pinggiran kota jauh, Lembur Kaulinan Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, memiliki daya tarik tersendiri. Banyak berbagai kegiatan produktif termasuk kegiatan bertajuk “Ngabuburit di Lembur”.
Penggiat Sakola Warga Motekar, Deni WJ mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama 10 April – 19 April, dengan menggunakan konsep kolaborasi. “Dari mulai bazar kuliner warga lokal serta pagelaran kesenian dari berbagai komunitas yang ada di Ciamis,” ungkapnya.
Deni juga menjelaskan kegiatan di ikuti mulai musisi jalanan, komunitas anak Punk hingga keterlibatan organisasi formal. “Seperti Karang Taruna, Kader PKK, Kampung KB, Posyandu, Kelompok Wanita Tani, RW dan RT sekitar. Ada juga lembaga keagamaan seperti santri DTA dan DKM di masjid sekitar Sekolah Warga Motekar,” ujarnya.
Lanjut Deni, ada juga gelaran pentas Ki Pamanah Rasa, Stand Up Comedy Ciamis, Edukasi Bank Sampah Ciamis, penampilan santri DTA, hingga hiburan tradisional seperti Wayang Golek dan Musik Gamelan.
Kemudian Medar Kaulinan Sakola Motekar yang akan dimeriahkan oleh Karang Taruna Kecamatan Sadananya, Kopgab Lintas Komunitas.
“Kami menyelenggarakan ini secara mandiri, tidak atas intruksi siapapun, tapi kami melakukannya gotong royong. Secara nilai kami sedang syiar dan menanamkan tradisi. Kami syiarkan juga tentang pendidikan yang benar, apapun bisa menjadi sumber ilmu. Apapun yang ada itu bisa menjadi guru,” ujarnya.
Akhirnya, menurut Deni, anak-anak mengalami peristiwa pendidikan secara tidak disadari. Kemudian ibu-ibu juga meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sesuai latar belakang.
BACA JUGA: Maling Babak Belur Setelah Dipergoki Warga
“Kebermanfaatanya menyesuaikan, kalau yang suka produksi ya produksi, kalau suka berjualan ya berjualan, sesuai dengan latar belakang masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan inovasi untuk menggeliatkan ekonomi warga setempat. Di lokasi antusiasme warga sangat luar biasa. Dalam hal pendidikan anak mendapat stimulasi untuk membangun kreatifitasnya. (Dadan/IP)

