Atap Rumah Warga Roboh Akibat Hujan Deras

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tambaksari sejak Sabtu sore hingga malam hari menyebabkan salah satu atap rumah warga di Dusun Tarikolot, Desa Sukasari, mengalami kerusakan. Atap bagian samping rumah milik Ny. Kusumayati (79) roboh akibat kondisi kayu penopang yang sudah lapuk.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024, sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat kejadian, Ny. Kusumayati sedang berada di bagian depan rumah.

“Saya mendengar suara kayu patah dan langsung melihat atap bagian samping sudah roboh,” ungkap Ny. Kusumayati dengan nada sedikit gemetar saat menceritakan kejadian tersebut kepada petugas yang datang.

Menurut keterangan warga setempat, hujan deras turun sejak Sabtu sore dan berlangsung hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi atap rumah yang sudah rapuh akhirnya tidak mampu menahan beban air hujan yang terus mengguyur.

Salah seorang tetangga, Bapak Dedi, mengatakan bahwa sebelumnya atap tersebut memang sudah terlihat miring.

“Beberapa kali kami ingatkan Ibu Kusumayati untuk memperbaiki atap, tapi beliau bilang belum punya cukup biaya,” ujar Dedi.

Pada Minggu siang, atap bagian samping rumah akhirnya roboh dengan suara cukup keras, membuat warga sekitar segera berdatangan untuk memastikan kondisi pemilik rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Begitu menerima laporan, aparat desa bersama warga setempat segera melakukan tindakan cepat. Mereka melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas kesehatan dari TGC UPTD Puskesmas, dan relawan TAGANA.

“Kami langsung melakukan pembersihan puing-puing secara gotong-royong untuk memastikan tidak ada material yang berbahaya bagi penghuni rumah,” jelas Hadis Dede S, salah satu anggota TAGANA yang bertugas di lokasi kejadian.

Selain itu, pihak berwenang juga melakukan pendataan kerusakan serta memastikan kondisi rumah masih layak atau tidak untuk tempat tinggal.

Hasil assessment awal menunjukkan bahwa rumah tersebut mengalami kerusakan ringan pada bagian atap samping. Meski demikian, struktur utama rumah masih kokoh dan aman untuk dihuni.

Ny. Kusumayati, yang berusia 79 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang kecil, kini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Menurut informasi dari aparat desa, beliau tidak memiliki anggota keluarga yang tinggal bersamanya.

“Beliau memang tinggal sendirian di sini. Kami dari pihak desa sudah sering membantu semampu kami,” kata Kepala Desa Sukasari, Bapak Jana Sujana.

Meski terlihat tegar, Ny. Kusumayati mengaku merasa khawatir dengan kondisi rumahnya.

“Saya hanya berharap ada bantuan untuk memperbaiki atap ini. Rumah ini satu-satunya tempat tinggal saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Melihat kondisi tersebut, pihak desa dan relawan menyatakan bahwa ada beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi, di antaranya:

  1. Assessment bencana lebih lanjut untuk memastikan keamanan struktur rumah.
  2. Bantuan kedaruratan berupa material bangunan untuk perbaikan atap.
  3. Bantuan logistik jika diperlukan.
    Penanganan kejadian ini melibatkan banyak pihak, termasuk unsur Dusun Tarikolot, perangkat Desa Sukasari, pihak Kecamatan Tambaksari, TGC UPTD Puskesmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta relawan TAGANA. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak dapat mempercepat proses pemulihan.

Menurut Jana Sujana, Kepala Desa Sukasari, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan segera turun.

“Kami akan berupaya sebaik mungkin agar Ibu Kusumayati mendapatkan bantuan yang layak,” tegasnya.

Situasi saat ini cukup terkendali, dan warga setempat bersama relawan masih berjaga-jaga di lokasi untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan. Rumah Ny. Kusumayati masih dapat ditempati meski dengan kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

BACA JUGA: Sampah Cemari Bendungan Leuwi Keris

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin bangunan, terutama di musim penghujan. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyalurkan bantuan agar pemilik rumah dapat kembali merasa aman dan nyaman.

Peristiwa seperti ini tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga dukungan moral dari seluruh elemen masyarakat. Dengan gotong-royong dan kepedulian bersama, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (Agus/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan