ATR BPN Salurkan Bantuan untuk ASN Aceh Terdampak
infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Dalam momentum Ramadan 1447 H, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyalurkan bantuan kepada ASN asal Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025.
Penyaluran bantuan itu dilakukan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Masjid Nuurur Rahman, Jakarta. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas internal sekaligus kepedulian nyata terhadap pegawai yang tertimpa musibah.
Menteri ATR BPN, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil sumbangan bersama para pegawai di lingkungan kementerian. Ia menegaskan bahwa dana yang terkumpul akan difokuskan untuk membantu perbaikan rumah ASN yang rusak akibat banjir dan lumpur.
“Dana yang terkumpul dari Bapak/Ibu sekalian akan kita sumbangkan kepada kawan-kawan ASN dari Aceh yang rumahnya rusak, supaya bisa direhabilitasi dan direnovasi,” ujarnya.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh dua pegawai dari Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas tidak berhenti pada empati, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban rekan-rekan yang terdampak,” kata perwakilan pimpinan saat penyerahan.
Kevin Ihsan Himawan, pegawai Kantah Kabupaten Aceh Tamiang, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kementerian. Ia menjelaskan bahwa daerahnya kini mulai memasuki masa pemulihan, meski dampak bencana masih terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas bantuan dan empati dari Kementerian ATR/BPN. Saat ini Aceh Tamiang sudah mulai masa pemulihan, meski kondisinya masih banyak debu. Semoga bisa segera pulih sepenuhnya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Zainal Abidin, pegawai Kantah Kabupaten Aceh Timur yang berdomisili di Kota Langsa. Ia menceritakan bahwa saat banjir terjadi, air terus meningkat hingga setinggi paha orang dewasa dan bertahan selama tiga hari. Ia mengakui situasi tersebut sempat melumpuhkan aktivitas warga.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Menteri dan seluruh keluarga besar ATR/BPN atas bantuan yang diberikan kepada kami di Aceh. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi semuanya,” ujarnya.
BACA JUGA: Arsip Pertanahan Aceh Dikebut, Target Pulih 2026
Rangkaian kegiatan Ramadan itu diawali dengan tadarus Alquran dan tausiah yang disampaikan oleh K.H. Zulfa Mustofa, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat magrib berjemaah. Sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama hadir bersama mitra kerja kementerian. Kehadiran para pemangku kepentingan ini dinilai memperkuat pesan bahwa solidaritas sosial harus menjadi budaya institusi, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh bukan hanya persoalan lokal, melainkan ujian kebersamaan nasional. Bantuan yang diberikan mungkin tidak sepenuhnya menutup kerugian yang dialami korban, namun setidaknya menjadi bukti bahwa empati dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. (Herman)

