ATR BPN Sinkronkan Program 2027 Perkuat Kinerja
infopriangan.com, BERITA NASIONAL. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar kegiatan Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027 serta Penyusunan Penjenjangan Kinerja (Pohon Kinerja) pada Senin (12/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sari Pacific, Jakarta, ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keselarasan perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan daerah agar capaian kinerja semakin berorientasi pada hasil.
Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa konsistensi sinkronisasi program merupakan kunci utama dalam memastikan efektivitas pembangunan di bidang pertanahan dan tata ruang. Menurutnya, meskipun masih berada di awal Tahun 2026, proses sinkronisasi usulan program Tahun 2027 perlu segera dilakukan agar perencanaan dapat disusun secara matang.
“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Sinkronisasi usulan tahun 2027 perlu segera dilakukan meskipun saat ini masih awal tahun 2026,” ujar Dalu Agung Darmawan saat membuka kegiatan tersebut secara daring. Ia menekankan bahwa setiap satuan kerja harus menyusun perencanaan secara efektif dan efisien, tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi kinerja.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen ATR/BPN juga memaparkan capaian realisasi anggaran Tahun 2025 yang mencapai 95,26 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran secara umum telah berjalan efektif. Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya ruang perbaikan, terutama pada optimalisasi realisasi dari sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Lebih lanjut, Dalu Agung Darmawan menjelaskan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian ATR/BPN memperoleh pagu anggaran sebesar Rp9,49 triliun. Dengan adanya kebijakan blokir anggaran sebesar Rp564 miliar, pagu efektif menjadi Rp8,93 triliun. Adapun target PNBP Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp3,24 triliun yang mayoritas bersumber dari layanan pertanahan, tata ruang, serta layanan lainnya.
“Tiap tahun angka-angka ini terus berubah, namun sumber utama penerimaan tetap berasal dari layanan pertanahan dan tata ruang. Oleh karena itu, saya berharap seluruhnya dapat berjalan dengan baik dan terkoordinasi,” tegasnya.
Dalam konteks perencanaan Tahun 2027, ia menyampaikan bahwa seluruh usulan dari satuan kerja telah dialokasikan ke dalam tiga program utama. Target pendapatan Tahun 2027 direncanakan sebesar Rp3,285 triliun, dengan kontribusi layanan regional mencapai 99,7 persen. Hingga 9 Januari 2026, target pendapatan yang telah diinput oleh daerah tercatat sebesar Rp2,956 triliun.
BACA JUGA: Wamen ATR Dorong Peningkatan Layanan Pertanahan
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng, menyampaikan bahwa capaian realisasi anggaran ATR/BPN telah berada dalam kategori optimal. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang perlu dievaluasi, terutama keterbatasan waktu dan perhitungan yang belum optimal sejak awal perencanaan. Untuk itu, pada Tahun 2026 pihaknya akan memulai penguatan mitigasi risiko sebagai langkah antisipatif.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya sebagai narasumber secara daring. Peserta kegiatan terdiri atas para Kepala Bagian Program di lingkungan direktorat jenderal serta Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia yang mengikuti kegiatan secara luring, sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan perencanaan dan kinerja ATR/BPN yang semakin akuntabel dan terintegrasi. (Satrio)

