Ayam Pelung, Ras Unggul Bernilai Ekonomi Tinggi
infopriangan.com, GAYA HIDUP. Ayam Pelung merupakan salah satu ras ayam lokal Indonesia yang terkenal karena postur tubuhnya yang besar serta suaranya yang panjang dan berirama khas. Berasal dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ayam ini memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai hewan hias maupun untuk perlombaan.
Ayam Pelung pertama kali ditemukan di Cianjur pada abad ke-19. Unggas ini berkembang dari hasil seleksi alam dan persilangan antara ayam kampung dengan ras unggul lainnya. Keunikan utamanya terletak pada suara kokoknya yang panjang, merdu, dan bergetar, berbeda dari ayam jenis lain yang biasanya memiliki suara lebih pendek dan tegas.
Secara fisik, ayam Pelung memiliki tubuh besar dan tegap, dengan tinggi mencapai 50–70 cm. Bobot ayam jantan dewasa bisa mencapai 5–7 kg, sedangkan betinanya lebih kecil, sekitar 3–4 kg. Warna bulunya bervariasi, mulai dari hitam, merah, hingga kombinasi warna eksotis.
Ayam Pelung memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya unggas bernilai tinggi:
Ayam Pelung sering diikutsertakan dalam kontes suara, di mana panjang dan kualitas kokok menjadi penilaian utama.
Berasal dari seleksi alam, ayam ini memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap berbagai penyakit dibandingkan ayam ras lainnya.
Harga ayam Pelung bisa mencapai jutaan rupiah, terutama jika memiliki suara kokok yang panjang dan merdu. Selain itu, dagingnya yang lebih tebal dan lezat juga memiliki pasar tersendiri.
Beternak ayam Pelung membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemberian pakan dan perawatan suara. Pakan berkualitas tinggi, seperti jagung, dedak, serta tambahan vitamin, diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kualitas suara. Selain itu, ayam ini perlu dilatih dengan rutin agar kokoknya semakin panjang dan stabil.
Pasar ayam Pelung cukup luas, mulai dari penghobi ayam hias, peserta lomba, hingga peternak yang menjual dagingnya. Bahkan, permintaan dari luar negeri mulai meningkat, terutama dari negara-negara yang menggemari ayam hias.
BACA JUGA: Dua Nelayan Hilang di Pangandaran, Tim SAR Bergerak
Meskipun memiliki nilai ekonomi tinggi, populasi ayam Pelung masih terbatas karena budidayanya yang tidak sebanyak ayam ras pedaging atau petelur. Selain itu, persaingan dengan ayam hias impor menjadi tantangan tersendiri bagi peternak lokal. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan ayam Pelung, seperti pelatihan peternak, lomba rutin, serta program pengembangan genetik agar kualitasnya tetap terjaga.
Ayam Pelung bukan hanya unggas lokal biasa, tetapi juga warisan budaya dengan nilai ekonomi tinggi. Dengan suara unik, postur gagah, dan daya tahan tubuh kuat, ayam ini menjadi aset berharga bagi Indonesia. Pelestarian dan pengembangan ayam Pelung harus terus dilakukan agar unggas khas ini tetap eksis dan semakin dikenal di pasar global.

