Bangunan TK Insan Cendikia Rusak Parah

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Kondisi bangunan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Insan Cendikia yang berlokasi di Dusun Cibuntu, RT 26 RW 10, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sangat memprihatinkan.

Beberapa ruangan pada sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat kondisi bangunan sudah lapuk termakan usia. Terutama pada bagian atap, lantai juga dinding yang sudah retak, serta plafon yang sudah ambruk.

Menurut Kepala Sekolah TK Insan Cendikia Tursiti mengatakan, sejak kondisi sekolah tersebut makin mengkhawatirkan pihaknya terpaksa melakukan pembelajaran di dalam bangunan.

“Sebenarnya kami khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika proses belajar mengajar dilakukan. Namun saat ini kami tidak memiliki pilihan lain, dan sekolah ini memiliki sebanyak 15 siswa,” jelasnya.

Bangunan tersebut di bangun sejak tahun 2009 menggunakan anggaran PNPM, dan sampai saat ini belum pernah dilakukan renovasi. Sebenarnya sebelum digunakan untuk sekolah, dulunya bangunan tersebut merupakan madrasah.

Lanjut Tursiti mengatakan, sejauh ini pihaknya melakukan koordinasi dengan Ketua RT juga warga setempat untuk membahas kondisi ruangan yang ada di sekolah tersebut. Bahkan rencananya ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa agar ikut membantu.

“Sebenernya ada sebagian bangunan tepatnya di bagian depan sudah dilakukan renovasi yang anggarannya berasal dari swadaya masyarakat, juga orang tua siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Paud Disbudpora Kabupaten Pangandaran, Undang mengatakan setelah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.

Pihaknya ditemani Kasi Kelembagaan Dinas Pendidikan langsung terjun ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan secara langsung.

“Setelah kroscek di lapangan, memang bangunan ini perlu diadakan renovasi. Apalagi di bagian atap karena sebagian besar sudah di makan rayap sehingga ambruk seperti ini,” ujarnya.

Undang mengatakan, pihaknya akan berusaha mengusulkan adanya pembangunan TK tersebut baik itu ke Pemerintah Kabupaten, maupun Provinsi.

Untuk sementara pihaknya berencana untuk mengalihkan sementara kegiatan belajar siswa, setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Ya karena kegiatan belajar itu jangan sampai terhenti, apalagi siswa disini cukup banyak, juga semangat untuk sekolah. Maka dari itu setelah dari sini, kami akan berkoordinasi dengan Pemdes untuk menyediakan tempat sementara siswa belajar,” tambahnya.

Kepala Desa Kedungwuluh Teti Heryani mengatakan, pihaknya membenarkan bangunan TK tersebut dibangun menggunakan anggaran PNPM pada tahun 2009.

Ia pun mengatakan bahwa tanah yang di pakai merupakan tanah milik desa.

“Setelah berkoordinasi baik dengan korwil, maupun Dinas Pendidikan. Kami sepakat untuk kegiatan belajar siswa sementara dilakukan di balai dusun setempat,” tuturnya.

Lanjut Teti, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan inspektorat mengenai rencana pembangunan ruang kelas pada sekolah tersebut menggunakan anggaran Dana Desa.

“Jika pihak inspektorat mengizinkan maka kami akan melakukan musyawarah membahas rencana pembangunan. Itu dilakukan di tahun nanti, karena untuk alokasi DD di tahun ini sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Ini juga merupakan bentuk upaya dari Pemerintah Desa untuk memecahkan hal tersebut. Di samping kita menunggu hasil keputusan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan. (Rizky/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan