Bangunharja Gelap Gulita, PJU Tak Kunjung Ada

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebagai desa penyangga antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Desa Bangunharja di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, masih bergelut dengan masalah minimnya penerangan jalan umum (PJU). Kondisi desa yang gelap gulita setiap malam dinilai membahayakan aktivitas warga dan menjadi salah satu keluhan utama masyarakat setempat.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, mengakui bahwa situasi tersebut sudah berlangsung lama dan berulang kali disuarakan oleh warga.

“Di waktu malam, Desa Bangunharja terasa gelap gulita. Kami sudah sering mengirimkan proposal pengadaan PJU ke pemerintah kabupaten, tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi,” ungkapnya. Rabu, (17/09/2025).

Carikin menegaskan, kebutuhan penerangan jalan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi taruhannya.

“Saya mohon Bapak Bupati merealisasikan permohonan warga. Ini menyangkut kebutuhan mendasar, bukan sekadar keinginan tambahan,” tegasnya.

Warga desa pun menyuarakan keresahan yang sama. Mereka menilai ketiadaan lampu jalan telah menimbulkan rasa tidak aman. Seorang tokoh masyarakat menyampaikan bahwa aktivitas malam seringkali terhambat karena minimnya penerangan.

“Kalau ada penerangan, anak-anak yang pulang mengaji bisa lebih tenang. Orang tua pun tidak khawatir. Tapi sekarang, setiap malam rasanya gelap dan menakutkan,” ujarnya.

Selain itu, beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi tindak kriminal maupun kecelakaan lalu lintas. Jalan desa yang sepi dan gelap dinilai rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan kata lain, kebutuhan PJU bukan hanya soal penerangan, tetapi juga terkait langsung dengan keamanan.

Carikin menyampaikan bahwa pihak desa sudah berusaha mencari jalan keluar. Proposal permohonan PJU telah diajukan berulang kali ke pemerintah kabupaten. Namun, ia mengakui, persoalan anggaran dan prioritas pembangunan seringkali menjadi kendala.

“Kami tidak tinggal diam. Tapi jika hanya mengandalkan kemampuan desa, tentu tidak akan cukup. Wilayah yang harus diterangi cukup luas, sementara daya listrik terbatas,” tuturnya.

Beberapa warga bahkan secara swadaya memasang lampu seadanya di depan rumah atau persimpangan jalan. Akan tetapi, upaya itu hanya mampu menerangi sebagian kecil wilayah, jauh dari kebutuhan sebenarnya.

Permintaan warga Bangunharja sejalan dengan program pembangunan infrastruktur dasar yang dicanangkan pemerintah. PJU bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan vital bagi desa yang berada di jalur perlintasan antarprovinsi.

Tokoh masyarakat Bangunharja menilai pemerintah daerah perlu lebih responsif terhadap aspirasi warga. Penerangan jalan, selain meningkatkan kualitas hidup, juga berfungsi sebagai pencegah potensi kriminalitas dan penunjang kelancaran mobilitas.

“Jika dibiarkan terlalu lama, masalah ini bisa menimbulkan dampak sosial yang lebih besar,” ungkapnya.

BACA JUGA: Asep Rahmat Gelar Reses di Desa Karangampel

Warga berharap pemerintah Kabupaten Ciamis segera menindaklanjuti proposal yang sudah berkali-kali diajukan. Mereka meminta bupati turun tangan langsung agar program PJU dapat segera direalisasikan.

“Jangan biarkan suara kami dianggap angin lalu. Sudah lama kami menunggu, dan setiap malam desa ini tetap gelap,” ujar seorang warga dengan nada penuh harap.

Bagi masyarakat Bangunharja, lampu jalan bukan lagi sekadar penerangan, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kehidupan desa. Kini, mereka hanya ingin satu hal: jalan desa yang terang, aman, dan layak bagi semua. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan