BAZNAS Kota Banjar Luncurkan Program Microfinance Masjid

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar resmi meluncurkan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid DKM Nurul Huda, Senin (11/02/2025). Program ini bertujuan membantu pelaku usaha mikro di sekitar masjid melalui pembiayaan tanpa bunga sebesar Rp3 juta per UMKM.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dr. H. Nayyif Sujudi, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di lingkungan masjid.

“Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga upaya memperkuat ekonomi jamaah melalui ekosistem masjid yang mandiri,” ujarnya di hadapan para peserta.

Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini menuntut BAZNAS untuk lebih aktif dalam mencari solusi nyata. Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya sebagai lembaga pengumpul dan penyalur zakat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

“BAZNAS tidak boleh hanya diam dan menunggu. Kita harus turun tangan langsung untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses permodalan yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah BAZNAS Kota Banjar dalam mengadopsi berbagai program unggulan BAZNAS RI, termasuk Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dan program bedah rumah. Menurutnya, implementasi program-program ini menunjukkan bahwa BAZNAS tidak hanya fokus pada pengumpulan zakat, tetapi juga memiliki strategi yang jelas dalam penggunaannya.

Pj Wali Kota Banjar, Soni Harison, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah BAZNAS Kota Banjar. Ia menilai bahwa lembaga ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Banyak program BAZNAS yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di Kota Banjar. Pemerintah sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Menurutnya, program seperti BMM sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil. Ia berharap pembiayaan mikro ini dapat membantu UMKM bertahan dan berkembang.

Soni juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam memastikan program-program sosial ini berjalan optimal.

“Kami ingin BAZNAS terus berinovasi dan memperluas jangkauan programnya. Jangan hanya berhenti di sini, tetapi pikirkan bagaimana agar manfaatnya bisa lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Meski program ini disambut baik, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah bagaimana memastikan bahwa pembiayaan ini benar-benar digunakan untuk usaha produktif dan bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Selain itu, perlu ada pendampingan yang berkelanjutan agar penerima manfaat dapat mengelola usahanya dengan baik. Tanpa bimbingan yang memadai, dikhawatirkan bantuan ini tidak akan memberikan dampak jangka panjang.

“Jangan sampai dana ini hanya menjadi solusi sementara. Harus ada mekanisme yang memastikan bahwa UMKM yang menerima bantuan ini bisa berkembang dan mandiri,” kata seorang pelaku usaha yang hadir dalam acara tersebut.

Menanggapi hal ini, BAZNAS Kota Banjar menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan sistem monitoring dan pendampingan bagi para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Banjar menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan program ini berjalan dengan transparan dan tepat sasaran.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan usaha. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi penerima,” jelasnya.

Dengan adanya program BMM ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Jika program ini berhasil, bukan tidak mungkin akan ada skema pembiayaan serupa dengan nominal yang lebih besar di masa mendatang.

BACA JUGA: SMAN 2 Banjarsari Gelar Kompetisi Jaring Bibit Berbakat

Selain itu, keberhasilan program ini juga bisa menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengembangkan ekonomi berbasis masjid.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi. Kita ingin menjadikan masjid sebagai solusi bagi permasalahan sosial di sekitarnya,” pungkas Ketua BAZNAS Kota Banjar.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan keberlanjutan program ini. BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat perlu bekerja sama agar inisiatif ini tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi ekonomi umat. (Johan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan