Bendera di Terminal Banjar Dinilai Tidak Proporsional
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Ukuran bendera merah putih yang terpasang di depan Terminal Tipe A Kota Banjar menuai kritik dari warga. Bendera tersebut dianggap terlalu kecil dan tidak sebanding dengan megahnya gedung terminal, sehingga dinilai kurang pantas sebagai simbol kebangsaan.
Salah satu warga Kota Banjar, Ara Suhara (58), menilai bahwa bendera yang saat ini terpasang terlihat kurang sesuai dengan skala bangunan terminal. Ia sering melintas di kawasan tersebut dan mengaku langsung menyadari kejanggalan ukuran bendera dibandingkan dengan tinggi tiang serta besar gedung terminal.
Menurutnya, sebagai simbol negara, bendera seharusnya dipasang dengan ukuran yang lebih pantas agar tidak terkesan asal-asalan. Ia menambahkan bahwa pemasangan bendera yang kurang proporsional bisa menurunkan nilai estetika dan mengurangi kesan penghormatan terhadap simbol negara.
“Secara ukuran, saya kira benderanya terlalu kecil. Kalau dibandingkan dengan tinggi tiang dan megahnya terminal, terlihat tidak pas. Seharusnya lebih besar agar tampak pantas dan sesuai,” ujarnya. Sabtu, (15/3/2025).
Ara berharap pihak pengelola terminal segera meninjau ulang pemasangan bendera tersebut sebelum menjadi bahan pembicaraan luas di masyarakat. Ia menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar estetika, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap lambang negara.
“Kalau boleh saya sarankan, tolong tinjau kembali ukurannya. Ini bukan hanya soal tampilan, tapi juga tentang kepantasan dan penghormatan terhadap bendera kita,” tambahnya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banjar, Yoyo Sunaryo, yang kebetulan sedang berada di sekitar terminal, juga menyoroti hal yang sama. Ia menilai ukuran bendera yang digunakan saat ini kurang sesuai untuk standar terminal tipe A yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, terminal yang memiliki status nasional seharusnya memasang bendera dengan ukuran yang lebih besar agar sejalan dengan kemegahan bangunan dan otoritasnya.
“Dari tadi saya perhatikan, ukurannya memang kurang pas. Terminal ini kan dikelola oleh kementerian, masa benderanya kecil seperti ini? Kalau bisa, diperbesar agar lebih pantas. Ini kan lambang negara, jangan sampai terlihat kurang dihargai,” katanya.
Yoyo bahkan membandingkan ukuran bendera tersebut dengan yang biasa digunakan dalam kegiatan Pramuka. Ia menganggap pemasangan bendera yang terlalu kecil bisa memberikan kesan kurang serius dalam menghormati simbol negara.
“Waduh, ini bendera lambang negara, kok malah terkesan seperti bendera anak Pramuka yang lagi camping? Saya rasa kurang pantas jika dibandingkan dengan bangunan terminal yang besar ini,” ujarnya dengan nada heran.
Menanggapi kritik yang muncul, Pengawas Satuan Pelayanan (PSP) Terminal Tipe A Kota Banjar, Jenny Maria Wirandani, mengatakan bahwa pemasangan bendera dilakukan berdasarkan inisiatif sendiri dengan menyesuaikan tinggi tiang bendera yang ada.
Ia mengaku akan mengecek kembali apakah ukuran bendera yang saat ini digunakan sudah sesuai standar atau perlu diperbesar.
“Oh, nanti saya tanyakan lagi soal ukurannya. Kalau yang sekarang itu saya sesuaikan dengan tinggi tiangnya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.
Jenny juga memastikan bahwa pihaknya akan mencari tahu ukuran yang benar agar pemasangan bendera bisa lebih sesuai dengan standar yang seharusnya.
BACA JUGA: PPNI Pangandaran Berbagi Takjil, Bukti Kepedulian
“Nanti akan saya cari tahu ukuran bendera yang benar agar tidak menimbulkan perdebatan di masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya sorotan dari masyarakat dan mantan pejabat terkait, diharapkan pihak pengelola terminal segera mengambil langkah konkret agar bendera yang terpasang benar-benar mencerminkan kebanggaan dan penghormatan terhadap simbol negara. (Johan/infopriangan.com)

