DISKUKMP Banjar Gelar Pasar Murah di Pataruman
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1446 H, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DISKUKMP) Kota Banjar menggelar Bazar Pasar Murah di halaman parkir Kecamatan Pataruman, Selasa (11/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan DISKUKMP, Riyanti Savitrie, mengatakan bahwa pasar murah akan digelar di empat kecamatan di Kota Banjar, yaitu Kecamatan Pataruman, Banjar, Purwaharja, dan Langensari.
“Ini yang pertama di Kecamatan Pataruman, selanjutnya akan kami gelar di kecamatan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, pasar murah ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pasar yang sering berfluktuasi.
“Kami ingin memastikan warga tidak terbebani harga tinggi. Pasar murah ini kami adakan agar mereka bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan harga lebih terjangkau,” tambahnya.
Berbagai barang kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan ini, mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam, tepung, kacang kupas, hingga sayuran. Harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga diharapkan bisa membantu masyarakat dalam berbelanja dengan lebih hemat.
Riyanti mengungkapkan bahwa meskipun harga bahan pokok di pasaran relatif stabil, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Oleh karena itu, pasar murah menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.
“Pasar murah ini memang ditujukan untuk masyarakat yang kesulitan mengakses pasar induk atau terpengaruh kenaikan harga. Kami ingin memastikan mereka tetap bisa mendapatkan barang dengan harga yang wajar,” katanya.
Selain menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, pasar ini juga menghadirkan berbagai produk lokal dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut Riyanti, hal ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk mendukung UMKM lokal agar bisa tetap bertahan di tengah persaingan pasar.
Keberadaan pasar murah ini disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga yang datang sejak pagi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah. Seorang warga Pataruman, Siti Rohmah, mengaku senang dengan adanya pasar murah ini karena membantu dirinya menghemat pengeluaran selama bulan Ramadhan.
“Harga beras di sini lebih murah dibanding di pasar biasa, begitu juga dengan minyak goreng dan telur. Ini sangat membantu, terutama untuk kami yang pendapatannya pas-pasan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Herman, seorang pedagang kecil yang datang membeli bahan pokok untuk keperluan dagangnya. Menurutnya, pasar murah ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan bahan baku dengan harga lebih terjangkau.
“Saya bisa beli stok dengan harga lebih murah, jadi bisa tetap jualan tanpa harus menaikkan harga dagangan saya,” katanya.
Camat Pataruman, Jaenal Arifin, mengapresiasi langkah DISKUKMP dalam menyelenggarakan pasar murah. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah dan kesulitan membeli kebutuhan pokok dengan harga normal di pasaran.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya pasar murah, masyarakat tak perlu jauh-jauh pergi ke pasar induk untuk berbelanja. Ini sangat meringankan beban mereka,” ungkapnya.
Jaenal berharap agar pasar murah bisa digelar lebih rutin, mengingat manfaatnya yang besar bagi warga. Ia menilai, program semacam ini bukan hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga bisa menjadi strategi untuk menekan inflasi di daerah.
“Kalau harga di pasar terus naik, daya beli masyarakat menurun. Dengan adanya pasar murah seperti ini, stabilitas harga bisa lebih terjaga dan masyarakat tetap bisa berbelanja dengan nyaman,” jelasnya.
Pasar murah yang diadakan menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadhan bukan hanya soal membantu masyarakat mendapatkan barang lebih murah, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekonomi lokal.
BACA JUGA: Muspika Banjarsari Tertibkan Warung Makan Bandel
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selisih harga beberapa ribu rupiah bisa sangat berarti dalam pengelolaan keuangan mereka. Sementara bagi pemerintah, pasar murah menjadi instrumen efektif untuk menekan lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat.
Melalui program ini, DISKUKMP berupaya memastikan bahwa setiap warga, terutama mereka yang paling membutuhkan, tetap bisa mendapatkan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang lebih stabil dan berkeadilan. (Johan/infopriangan.com)
