Dusun Cibentang Gempar, Warga Temukan Jasad Pria
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Suasana Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, mendadak gempar pada Selasa (2/9/2025) pagi. Warga dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tinggal seorang diri di dalam rumahnya. Pria itu diketahui bernama Amir (49), warga setempat yang dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar.
Penemuan bermula ketika beberapa tetangga merasa curiga karena tidak melihat aktivitas dari rumah Amir selama beberapa hari. Menurut warga, biasanya meskipun jarang berinteraksi, korban masih terlihat keluar rumah atau sekadar menyapu halaman.
“Kami mulai khawatir karena hampir seminggu tidak ada tanda-tanda kehidupan dari rumahnya,” ujar seorang warga.
Kecurigaan warga semakin kuat saat tercium bau tidak sedap dari arah rumah korban. Beberapa warga kemudian memberanikan diri mendekat dan memanggil-manggil nama Amir, namun tidak ada jawaban.
Karena khawatir terjadi sesuatu, mereka akhirnya melaporkan ke pihak RT dan aparat setempat untuk memastikan kondisi korban.
Ketika pintu rumah berhasil dibuka, warga mendapati pemandangan memilukan. Amir ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh memprihatinkan.
“Kami semua kaget dan sedih. Apalagi dia dikenal sering sakit-sakitan belakangan ini,” ungkap salah seorang tetangga yang ikut menyaksikan penemuan tersebut.
Sejumlah warga menuturkan bahwa sebelum meninggal, Amir memang sempat mengeluh sakit. Namun karena hidup seorang diri dan cenderung tertutup, tidak ada yang mengetahui secara pasti penyakit yang dideritanya.
“Dia itu orangnya pendiam, lebih banyak menyendiri. Jadi kami tidak tahu jelas bagaimana kondisi kesehatannya,” tambah warga lainnya.
Kapolsek Purwaharja, AKP Ahmad Iskandar, membenarkan kabar tersebut. “Benar, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya seorang diri. Dari hasil pemeriksaan awal, diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari tiga hari,” katanya.
AKP Ahmad juga menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Amir meninggal karena sakit yang dideritanya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengikuti prosedur dengan membawa jasad korban ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kota Banjar untuk dilakukan visum.
“Hasil visum akan memastikan penyebab kematian secara medis,” jelas Ahmad Iskandar.
Peristiwa ini mengundang rasa iba dari masyarakat sekitar. Mereka menilai hidup seorang diri tanpa keluarga membuat Amir kurang mendapat perhatian, terutama saat kondisi kesehatannya menurun. Beberapa warga bahkan berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih peduli terhadap sesama.
Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa kepedulian sosial sangat penting agar tidak ada lagi kasus serupa.
“Kita harus lebih peka. Kalau ada tetangga yang sakit atau hidup sendiri, sudah seharusnya kita jenguk dan perhatikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujarnya.
BACA JUGA: Bupati Ciamis Duduk Bersama Mahasiswa dalam Aksi Damai
Kasus meninggalnya Amir sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan dan hubungan sosial tidak bisa dipisahkan. Seseorang yang sakit tetapi hidup sendiri sangat rentan menghadapi risiko fatal. Dalam kondisi seperti itu, solidaritas masyarakat sekitar menjadi kunci.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RSUD Kota Banjar. Sementara itu, jenazah korban sudah disemayamkan untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Warga berharap peristiwa ini menjadi cermin untuk memperkuat kepedulian sosial. Seperti diungkapkan salah satu warga, “Kalau kita lebih peduli, mungkin Amir bisa cepat tertolong. Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua.” (Johan)
