Berita Banjar

Kades Mulyasari Bantah Isu Penggadaian Motor Dinas

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Kepala Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Wawan Gunawan, angkat bicara menanggapi isu yang beredar luas di tengah masyarakat mengenai dugaan penggadaian sepeda motor dinas milik desa oleh salah satu perangkat desa.

Dalam pernyataannya, Wawan membantah tegas tudingan tersebut dan menegaskan bahwa informasi itu tidak berdasar serta menyesatkan.

“Berita yang menyebutkan adanya penggadaian motor dinas maupun tanah milik desa oleh perangkat Desa Mulyasari itu tidak benar. Kami pastikan seluruh kendaraan dinas masih berada dalam penguasaan dan digunakan sesuai dengan peruntukannya,” kata Wawan saat ditemui di kantor desa. Selasa, (01/07/2025).

Isu ini mulai mencuat dalam beberapa hari terakhir dan dengan cepat menyebar melalui berbagai saluran komunikasi masyarakat, termasuk media sosial. Dalam kabar yang beredar, disebutkan bahwa salah satu staf desa diduga menggadaikan motor dinas kepada seorang warga di wilayah Langensari. Dugaan itu diperkuat dengan rumor yang menyebut staf tersebut mengalami masalah keuangan karena kecanduan judi online.

Menanggapi hal tersebut, Wawan menekankan bahwa pemerintah desa telah melakukan pengecekan internal untuk memastikan kondisi seluruh aset milik desa, termasuk kendaraan dinas. Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi penggadaian maupun penyalahgunaan aset oleh perangkat desa.

“Kami sudah menelusuri informasi ini secara internal. Semua kendaraan dinas masih tercatat dan berada dalam kondisi baik serta digunakan untuk operasional pelayanan masyarakat. Tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa kendaraan tersebut telah digadaikan,” tegasnya.

Wawan juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Menurutnya, menyebarkan isu tanpa dasar dapat menimbulkan keresahan dan mencoreng nama baik institusi desa.

“Apabila ada pihak yang memiliki bukti konkret atau informasi yang bisa dipertanggungjawabkan, silakan datang dan laporkan secara resmi kepada kami. Kami terbuka untuk menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Jangan sampai isu yang belum tentu benar ini menciptakan kegaduhan di masyarakat,” imbuh Wawan.

Sementara itu, Ari, Sekretaris Desa Mulyasari, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap kemunculan isu yang menurutnya sangat merugikan. Ia menyebut bahwa hingga saat ini motor dinas yang dimaksud masih berada di kantor desa dan digunakan sebagaimana mestinya.

“Hingga saat ini motor dinas masih ada di sini dan digunakan sesuai tugas. Kami sangat menyayangkan adanya isu tersebut, karena kami sendiri belum mengetahui siapa yang pertama kali menyebarkannya. Tuduhan seperti ini sangat merugikan dan bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah desa,” jelas Ari.

Ari juga berharap masyarakat lebih selektif dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama di era digital saat ini di mana berita hoaks mudah berkembang dan memicu kesalahpahaman.

Pemerintah Desa Mulyasari menyatakan komitmennya untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan aset serta pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan desa. Kepala Desa menambahkan, pihaknya tidak akan segan bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika memang diperlukan untuk membuktikan bahwa tidak ada penyalahgunaan aset desa.

BACA JUGA: Bripda Diki Bangga Tampil di Rampak Kendang TNI-Polri

“Kami terbuka untuk diaudit. Prinsip kami jelas: pelayanan publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Kami ingin menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa seluruh perangkat desa bekerja sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Wawan.

Dengan pernyataan terbuka ini, pemerintah desa berharap masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh isu-isu tidak berdasar dan lebih memilih untuk mengklarifikasi langsung ke pihak terkait jika terdapat informasi yang meragukan. (Johan, infopriaangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *