Berita Banjar

Karang Taruna Banjar Memanas, Tiga Ketua Melawan

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Situasi internal Karang Taruna Kota Banjar memanas setelah tiga dari empat ketua Karang Taruna tingkat kecamatan menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Deni Herdiandi. Mereka menuntut perubahan kepengurusan dan telah melayangkan surat pernyataan sikap kepada PJ Wali Kota Banjar sebagai pembina Karang Taruna. Selasa, (11/02/2025).

Surat yang ditandatangani oleh ketua Karang Taruna Kecamatan Banjar, Purwaharja, dan Langensari itu berisi tuntutan utama, yaitu Temu Karya Luar Biasa untuk memilih kepengurusan baru serta pencabutan Surat Keputusan (SK) kepengurusan saat ini. Mereka juga meminta Karang Taruna Provinsi Jawa Barat mengambil alih kepengurusan sementara (caretaker).

IMG-20260217-WA0014

Kritik: Organisasi Tidak Aktif dan Minim Transparansi

Dalam surat tersebut, para ketua kecamatan mengungkap sejumlah alasan ketidakpercayaan mereka. Yadi Kurniadi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Purwaharja, menyebut bahwa dalam setahun terakhir tidak ada aktivitas organisasi yang berarti, meskipun program kerja telah disusun. Selain itu, mereka menilai visi dan misi yang dijanjikan Deni saat pemilihan tidak terealisasi.

“Tidak ada realisasi program kerja yang kami lihat. Visi dan misi yang dijanjikan juga tidak ada implementasinya,” ujar Yadi kepada awak media.

Selain stagnasi organisasi, para ketua kecamatan juga menyoroti kurangnya transparansi dalam aspek keuangan. Ahmad Nursodik, Ketua Karang Taruna Kecamatan Langensari, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dana organisasi.

“Saya selaku bendahara merasa tidak pernah dilibatkan, dan itu jelas berdampak pada nama baik organisasi,” tegas Ahmad setelah menyerahkan surat pernyataan sikap kepada PJ Wali Kota Banjar.

Mereka berharap tuntutan ini segera ditindaklanjuti agar Karang Taruna Kota Banjar bisa kembali solid dan berfungsi sesuai tujuan awalnya.

“Kami ingin organisasi ini berjalan dengan benar. Jangan sampai kepentingan pribadi dicampuradukkan dengan organisasi,” kata Dede Hasanudin, Ketua Karang Taruna Kecamatan Banjar.

Deni Herdiandi: Saya Belum Terima Surat Resmi

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Banjar, Deni Herdiandi, mengaku belum menerima surat pernyataan sikap tersebut, baik secara langsung maupun dalam bentuk komunikasi dari para ketua kecamatan.

“Sampai saat ini saya belum menerima pemberitahuan surat mosi tidak percaya itu,” kata Deni saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Deni menjelaskan bahwa pelaksanaan program kerja organisasi sempat tertunda karena bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilkada. Ia juga mengaku telah merencanakan kunjungan ke tiap kecamatan serta desa/kelurahan untuk menyalurkan bantuan, tetapi harus ditunda karena berbagai alasan.

BACA JUGA: BAZNAS Kota Banjar Luncurkan Program Microfinance Masjid

Terkait mosi tidak percaya, Deni menganggapnya sebagai hak pengurus kecamatan dan tidak terlalu mempermasalahkannya.

“Sebenarnya tinggal pelaksanaannya saja. Secara prosedural dan kinerja, saya sudah menjalankan tugas melalui rapat kerja tingkat kota,” pungkasnya.

Situasi ini menunjukkan adanya krisis kepemimpinan dalam tubuh Karang Taruna Kota Banjar. Apakah tuntutan tiga kecamatan ini akan berujung pada pergantian kepengurusan? Semua bergantung pada respons pihak terkait dalam waktu dekat. (Johan/infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *