Berita Banjar

Longsor Tutup Akses Desa Ciberem-Jajawar

infopriangan.com. BERITA BANJAR. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar pada Kamis (23/1/2025) mengakibatkan longsor yang menutup jalan utama penghubung Desa Ciberem dan Desa Jajawar, Jawa Barat.

Longsor terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, menutup jalan sepanjang lebih dari 40 meter. Pohon besar yang tumbang turut menambah parahnya kondisi jalan, sehingga akses kedua desa lumpuh total.

IMG-20260217-WA0014

Ita, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsor, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara gemuruh sebelum pohon tumbang.

“Awalnya saya kira ada yang sedang menebang pohon, karena suaranya persis seperti itu. Tapi ternyata pohon besar itu jatuh menutupi jalan,” ujarnya.

Ita langsung memberitahu tetangganya, Egi, yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar.

Setelah menerima laporan, tim BPBD segera datang ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintahan Desa Ciberem dan Desa Jajawar. BPBD, yang dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH), langsung menurunkan dua alat berat untuk membersihkan material longsor dan mengevakuasi pohon tumbang. Sementara itu, akses jalan menuju kedua desa ditutup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jajawar, yang biasa disapa Ado. Ia menyampaikan bahwa pemerintah harus segera bertindak untuk mencegah longsor susulan.

“Kalau longsor seperti ini terjadi lagi, seluruh akses akan mati total. Tidak hanya warga yang terisolasi, tapi pengangkutan sampah juga akan terganggu, menciptakan krisis kebersihan yang serius,” katanya. Jumat, (24/1/2025).

Ado juga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur strategis yang tidak hanya menghubungkan Desa Ciberem dan Desa Jajawar, tetapi juga menjadi akses alternatif antara Banjar dan Cimaragas.

“Jalan ini adalah jalur utama menuju wisata Situ Letik. Kalau jalan terputus, ekonomi akan terganggu, pariwisata lumpuh, dan warga akan semakin kesulitan,” tambahnya.

BACA JUGA: SMAN 3 Banjar Batasi Penggunaan Handphone

Melihat kondisi tersebut, Ado meminta Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas PUPR untuk segera memasang bronjong atau tembok penahan di area rawan longsor. Ia khawatir kemiringan tebing yang curam dapat memicu longsor susulan.

“Pemerintah harus bertindak cepat sebelum longsor berikutnya terjadi dan menyebabkan kerugian yang lebih besar,” tegasnya.

Peristiwa longsor ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Banjar. Langkah antisipasi seperti pembangunan penahan tanah sangat diperlukan untuk mencegah bencana susulan. Ado menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa pemerintah perlu mengambil tindakan nyata sebelum longsor kembali terjadi dan menimbulkan korban jiwa. (Johan/infopriangan.com)


IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan