Mahasiswa Unsil Edukasi Kelola Sampah Mandiri
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) dari kelompok Lima Marga Ayutha menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Bertempat di Aula Desa Batulawang pada Selasa (21/01/2025), kegiatan ini mengusung tema “BERDIKARI” (Berdaya Bersama Warga untuk Kelola Sampah dengan Mandiri).
Ketua kelompok, Ersya Sri Oktaviani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) tahap kedua.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah rumah tangga yang lebih sehat dan ekonomis. Pada tahap pertama, kami menemukan banyak warga yang masih membakar sampah, yang berdampak buruk bagi kesehatan,” ujarnya.
Menurut Ersya, kebiasaan membakar sampah menghasilkan asap yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Melalui program ini, tim mahasiswa Unsil berupaya mendorong masyarakat untuk memilah sampah menjadi organik dan anorganik.
“Selain mengurangi risiko kesehatan, sampah yang dipilah juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos atau bahan daur ulang yang bernilai ekonomis,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari setiap dusun, termasuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), kader posyandu, dan ibu-ibu PKK. Sosialisasi dilakukan dengan metode diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, sehingga peserta lebih mudah memahami dan mempraktikkan materi yang disampaikan.
Kepala Desa Batulawang, Yosep Erawan, mengungkapkan bahwa produksi sampah rumah tangga di desa mencapai sekitar 1,5 ton per hari. Namun, jumlah tersebut belum memenuhi syarat minimal untuk diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang hanya mengangkut sampah jika volumenya mencapai dua ton per hari.
“Karena tidak semua sampah dapat diangkut, masyarakat sering memilih membakar sampah mereka sendiri. Padahal, asap dari pembakaran sampah sangat berbahaya bagi kesehatan,” jelas Yosep.
Yosef berharap melalui program ini, masyarakat dapat memahami cara menangani sampah yang lebih baik dan berdampak positif bagi lingkungan.
Yosep juga menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Unsil atas inisiatif tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain memberikan pengetahuan baru, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga jika mereka serius mengelola sampah menjadi produk bernilai jual,” ujarnya.
Dalam sosialisasi, mahasiswa menjelaskan berbagai manfaat dari pengelolaan limbah rumah tangga, seperti:
- Mengurangi dampak buruk limbah terhadap lingkungan. Sampah yang dikelola dengan benar dapat mencegah pencemaran udara, tanah, dan air.
- Meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan memilah sampah, risiko penyakit akibat asap pembakaran atau limbah yang tidak dikelola dapat diminimalkan.
- Meningkatkan pendapatan ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk bernilai jual.
Salah seorang peserta, Rina, anggota KWT, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.
“Selama ini saya hanya membakar sampah karena tidak tahu cara lain untuk mengelolanya. Sekarang saya jadi tahu bahwa sampah bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ersya berharap program ini dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah. “Kami ingin masyarakat mulai memilah dan mengelola sampah dengan baik. Selain menjaga lingkungan, hal ini juga bisa membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.
BACA JUGA: Dinsos Ciamis Kunjungi Dea, Pasien Pascaoperasi
Kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung hingga 30 Januari 2025, mencakup praktik langsung pembuatan kompos dan pelatihan daur ulang sampah anorganik.
Sebagai penutup, Yosep menyatakan optimisme bahwa program ini akan membawa dampak positif bagi Desa Batulawang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan,” pungkasnya. (Johan/infopriangan.com)


