Mahasiswa UNSIL Gagas Program Tekan Kasus DBD
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok menakutkan di berbagai daerah, termasuk di Kota Banjar, Jawa Barat. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dalam upaya menekan kasus DBD, mahasiswa Universitas Siliwangi (UNSIL) menginisiasi program Sehatkan Masyarakat Bersama Jumantik (SEMANTIK) di Lingkungan Jadimulya, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.
Program ini digagas oleh 11 mahasiswa dari kelompok 2 Cakrawala Prabhavi sebagai bagian dari Praktik Belajar Lapangan (PBL) kedua mereka. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk dan membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah.
Ketua kelompok, Fajar Permana, menjelaskan bahwa program ini dimulai pada 18 Januari 2025 dengan kegiatan intervensi awal di RT 03/RW 08.
“Kami melakukan pemeriksaan jentik di rumah-rumah warga, memberikan edukasi kepada Jumantik, serta membagikan kartu Jumantik dan abate,” katanya kepada awak media, Jumat (24/1/2025).
Fajar menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk puskesmas dan perwakilan kelurahan. Namun, tidak semua berjalan mulus.
Wakil Ketua kelompok Rani, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah membentuk tim koordinator yang bersifat sukarela.
“Kami harus meyakinkan warga untuk mau menjadi bagian dari tim ini tanpa paksaan,” ujarnya. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan dilakukan melalui kegiatan masyarakat seperti pengajian dan posyandu.
Rani menegaskan bahwa pendekatan tersebut membuahkan hasil. “Warga akhirnya paham bahwa program ini bukan hanya untuk kepentingan sementara, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” katanya.
Setelah melalui tahap awal, puncak kegiatan dilaksanakan pada 23 Januari 2025 dalam bentuk Gebyar Launching program SEMANTIK di Aula Kelurahan Hegarsari. Acara tersebut dihadiri oleh dosen UNSIL, Kepala Puskesmas Pataruman 1, perwakilan kelurahan, serta RT dan RW setempat. Dalam acara itu, tim mempresentasikan program, menampilkan video dokumentasi kegiatan, dan secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan tim kepada pihak kelurahan.
Ditempat terpisah, Oon Patonah, anggota tim koordinasi yang turut hadir, partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini.
“Jika semua rumah tangga menjalankan PSN dan mengisi kartu Jumantik dengan benar, angka kasus DBD pasti bisa ditekan, bahkan dihilangkan,” ungkapnya.
SEMANTIK bukan hanya program sosialisasi biasa. Mahasiswa UNSIL ini berupaya menciptakan perubahan nyata melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Pemeriksaan rutin jentik dilakukan di setiap rumah untuk memastikan lingkungan bebas dari sarang nyamuk.
“Setiap minggu, tim kami bersama warga akan memantau kondisi lingkungan dan memberikan edukasi lanjutan jika ditemukan potensi bahaya,” tambah Fajar.
Pendekatan kritis namun etis yang diterapkan mahasiswa UNSIL ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain. Dengan mengutamakan edukasi berbasis partisipasi masyarakat, SEMANTIK membuktikan bahwa upaya sederhana seperti PSN dapat memberikan dampak besar.
BACA JUGA: RSUD Kawali Tingkatkan Pelayanan di Musim Hujan
Harapan besar disampaikan oleh semua pihak yang terlibat, terutama warga Jadimulya. Mereka berharap program ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi mampu menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan. “Kami ingin Jadimulya bebas DBD, bukan hanya tahun ini, tapi seterusnya,” pungkas Rani.
SEMANTIK menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi masalah kesehatan di tingkat lokal. Jika dikelola dengan baik, program ini berpotensi menjadi model nasional dalam penanganan DBD. (Johan/infopriangan,com)
