Berita Banjar

Mobil Terjun ke Irigasi di Banjar, Diduga Akibat Roda Rusak

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Pananjung, Desa Sinartajung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Selasa pagi (20/05/2025). Sebuah minibus jenis Daihatsu Sigra bernomor polisi Z 1628 TL dilaporkan terjun ke saluran irigasi setelah mendadak oleng dan tidak terkendali.

Mobil tersebut dikemudikan oleh Tarsono, warga Lingkungan Doboku, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar. Saat kejadian, ia tengah melakukan perjalanan bersama istrinya, Yayah, usai berkunjung ke rumah anak mereka di daerah Cikawung, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Berdasarkan informasi sementara, penyebab kecelakaan diduga karena kerusakan pada bagian as dan per roda depan kendaraan. Kerusakan itu mengakibatkan mobil kehilangan keseimbangan sehingga oleng dan masuk ke dalam saluran irigasi yang berada di sisi kiri jalan.

Seorang saksi mata bernama Yana, warga sekitar lokasi kejadian, menuturkan bahwa mobil tersebut melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang. Ia melihat mobil sudah oleng beberapa meter sebelum akhirnya masuk ke saluran air.

“Tadi saya lihat dari jauh mobilnya agak goyang. Begitu dekat sini, tiba-tiba langsung masuk ke irigasi. Suaranya keras sekali, seperti benda besar jatuh,” kata Yana kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurut Yana, dari cara kendaraan bergerak, terlihat bahwa ada masalah teknis sebelum mobil sampai di titik kecelakaan. Ia menambahkan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang sempit dan berada di sisi saluran yang dalam, tanpa pembatas atau pagar pengaman.

Saat ditemui tidak lama setelah kejadian, Tarsono masih dalam kondisi syok. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak sempat menghindar atau mengendalikan mobil karena semuanya terjadi begitu cepat.

“Saya baru pulang dari rumah anak di Cikawung. Di tengah jalan, tiba-tiba mobil terasa berat di bagian depan. Saya coba kendalikan, tapi malah langsung oleng ke kiri dan masuk irigasi,” ujarnya dengan nada lemas.

Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Tarsono hanya mengalami luka ringan, sementara istrinya, Yayah, mengalami cedera di bagian bahu. Keduanya langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kondisi mobil mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian depan dan bawah. Evakuasi kendaraan dari dasar saluran memakan waktu hampir satu jam. Petugas dibantu warga harus bekerja keras karena medan yang curam dan jalan yang sempit menyulitkan alat berat masuk ke lokasi.

BACA JUGA: Penjaringan Perangkat Desa Parigi Disambut Antusias Warga

Warga sekitar menyebut bahwa kecelakaan di titik tersebut bukan yang pertama. Beberapa kendaraan sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.

“Ini bukan sekali dua kali. Jalan di sini memang rawan. Apalagi kalau mobilnya bermasalah. Harusnya pemerintah pasang rambu atau pagar,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Pataruman masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga memeriksa kondisi kendaraan serta meminta keterangan dari pengemudi dan saksi mata. (Johan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *