Pelatihan One Minute Awareness Tingkatkan ASN Madrasah
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- visibility 18
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Kementerian Agama Kota Banjar menggelar Training One Minute Awareness sebagai upaya meningkatkan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan madrasah. Kegiatan ini berlangsung di Aula MAN Kota Banjar pada Jumat (10/4/2026) dan diikuti ratusan tenaga pendidik dari berbagai jenjang.
Peserta yang hadir terdiri dari kepala madrasah dan guru dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Mereka merupakan ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Panitia penyelenggara, Ogi Lesmana, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat karakter dan kesadaran diri para pendidik. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan karier ASN.
Ogi juga mengatakan bahwa sertifikat yang diperoleh peserta memiliki nilai administratif yang dapat diakumulasikan sebagai angka kredit untuk kenaikan pangkat.
“Program ini menjadi salah satu bagian penting dalam peningkatan kompetensi ASN, karena sertifikatnya bisa digunakan untuk mendukung jenjang karier,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi selama 30 jam pelajaran yang berfokus pada penguatan kecerdasan emosional dan spiritual melalui pendekatan One Minute Awareness. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini yang semakin dinamis.
Ogi menambahkan bahwa kesadaran diri merupakan kunci utama dalam membangun profesionalisme seorang guru. Ia menjelaskan bahwa seorang pendidik tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas administratif, tetapi juga mampu membangun hubungan yang sehat dan positif dengan peserta didik.
“Melalui pendekatan One Minute Awareness, peserta diajak untuk lebih sadar dalam setiap tindakan, baik dalam kehidupan pribadi maupun saat menjalankan proses pembelajaran,” katanya.
Selain memberikan manfaat secara personal, kegiatan ini juga diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah. Guru yang memiliki kecerdasan emosional yang baik dinilai lebih mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, nyaman, dan humanis bagi siswa.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan motivator nasional, Coach Naqoy, yang memberikan materi terkait kepemimpinan dan pengembangan diri. Materi yang disampaikan diharapkan mampu memberikan inspirasi serta mendorong perubahan pola pikir para tenaga pendidik.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, tetapi juga fasilitas berupa konsumsi serta sertifikat yang memiliki nilai dalam sistem kepegawaian ASN. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius dan optimal.
Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan semata, melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para guru. Ogi menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada sejauh mana peserta mampu menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari.
BACA JUGA: Garut Diuji KPK Status Kabupaten Antikorupsi Dipertaruhkan
Masih menurut Ogi harapanya agar para peserta dapat menginternalisasi konsep One Minute Awareness dalam setiap aspek kehidupan.
“Harapannya, peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengamalkannya sehingga kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Banjar berharap dapat mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, serta mampu membentuk peserta didik yang berkualitas dan berdaya saing. (Johan)
- Penulis: imas kuraetin


Saat ini belum ada komentar