Reses DPRD Banjar Ungkap Keterbatasan Anggaran
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PDI Perjuangan, Dalijo, di Lingkungan Sumanding Wetan RW 22, Kelurahan Mekarsari, Senin (30/3/2026), menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.
Sekitar 50 warga hadir dalam kegiatan yang dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi tersebut. Mereka datang dengan harapan dapat menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan, mulai dari infrastruktur lingkungan yang belum memadai hingga kebutuhan sosial yang belum tersentuh program pemerintah.
Dalam suasana yang awalnya penuh harapan, warga secara bergantian menyampaikan keluhan. Beberapa di antaranya menyoroti kondisi jalan lingkungan yang rusak, saluran drainase yang kurang optimal, hingga kebutuhan bantuan sosial bagi masyarakat yang dinilai masih terbatas.
Dalijo tampak mencatat setiap aspirasi yang disampaikan. Ia menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai masukan dari warga. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Namun, suasana forum mulai berubah ketika Dalijo menyampaikan kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Ia mengakui bahwa belum semua aspirasi dapat langsung direalisasikan, terutama dalam waktu dekat.
“Saya hanya bisa menampung aspirasi masyarakat. Untuk tahun ini, memang belum ada program yang bisa direalisasikan,” ujar Dalijo di hadapan warga.
Pernyataan tersebut menjadi titik balik dalam pertemuan. Harapan warga untuk mendapatkan kepastian program harus berhadapan dengan kenyataan keterbatasan anggaran. Meski demikian, Dalijo menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan diabaikan.
Dalijo menjelaskan bahwa setiap usulan akan tetap disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjar untuk dibahas lebih lanjut dalam perencanaan pembangunan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keputusan realisasi berada di luar kewenangannya sebagai anggota legislatif.
“Setelah saya tampung, akan saya sampaikan ke pemerintah kota. Soal direalisasikan atau tidak, saya tidak tahu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dalijo mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Kota Banjar saat ini menjadi kendala utama dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Ia menyebutkan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus melakukan prioritas dalam penggunaan dana.
“Pemerintah Kota Banjar saat ini sedang tidak baik-baik saja terkait keuangannya. Itu yang menjadi kendala utama,” ungkapnya. Senin, (30/03/2026).
Kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan di kalangan warga. Reses yang diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah, justru memperlihatkan adanya jarak antara aspirasi dan kemampuan realisasi di lapangan.
Meski demikian, warga tetap berharap agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan semata. Mereka berharap pemerintah dapat mencari solusi, meski dalam keterbatasan, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian.
BACA JUGA: RSUD Pandega Pangandaran Genap Enam Tahun
Di akhir kegiatan, Dalijo kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga sesuai kewenangannya. Ia meminta masyarakat untuk tetap aktif menyampaikan kebutuhan dan mengawal proses pembangunan.
Reses tersebut menjadi gambaran nyata bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap berjalan, meski di tengah tantangan keterbatasan anggaran yang belum sepenuhnya teratasi. (Johan)
