Sempat Terjadi Ketegangan, Sosialisasi Pembagunan Gedung BPS Berjalan Lancar
infopriangan.com, BERITA BANJAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) gelar sosialisasi rencana lanjutan pembangunan Gedung Badan Pusat Statistik tahap II, bertempat di Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Selasa, (07/05/2024).
Awalnya sosialisasi sempat terjadi ketegangan antar warga yang menolak lanjutan pembangunan gedung BPS, akan tetapi selanjutnya sosialisasi berjalan aman dan tertib.
Dalam sosialisasi ini hadir Kapolsek Pataruman, Camat Pataruman, lurah Hegarsari, Kepala BPS Kota Banjar, dan tokoh masyarakat termasuk warga masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
Pembangunan gedung BPS tahap I sempat mangkrak sekitar empat bulan, dampaknya banyak pekerja termasuk supplier material mengeluhkan karena belum adanya pelunasan sisa pembayaran dari pemborong pekerjaan tahap I , yang di kerjakan oleh CV. PUTRA TUBAGUS CORP.
Di tengah tengah acara osialisasi sempat terjadi ketegangan karena beberapa warga sempat menolak dengan adanya lanjutan pembangunan Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), karena warga meminta adanya pemberesan terkait tunggakan yang masih tersisa kapada para pekerja dan suplayer material.
Akan tetapi dengan segala kebijakan dari Kapolsek Pataruman AKP Hadi Winarso, S.Sos.,M.H. dalam menengahi permasalahan tersebut semua berjalan sesuai yang di harapkan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar Taufik seusai acara sosialisasi kepada awak media mengungkapkan bahwa semua keluhan dari warga masyarakat sudah di terima termasuk keluhan terkait pembayaran yang belum terselesaikan oleh pihak kontraktor pada tahap I, termasuk perjanjian dan itu kan menjadi bahan bagi pihak BPS untuk mendalami permasalahan tersebut.
“Tadi sudah kita dengar bersama apa keluhan masyarakat ya kita akan coba mediasi lagi, tadi terakhir para pihak sebenarnya sudah membuat komitmen ke pihak kontraktor yang lama udah ada tertulisnya, nah itu salah satu solusi dengan kontraktor yang lama, nah apakah dengan perjanjian itu sudah menjadi solusi akhirnya nanti kita akan dalami lagi, kita konfirmasi kepada yang tau persis secara hukum kalau kasus begini Apa solusinya,” ungkap Kepala BPS Taufik.
Lanjut Taufik pihaknya baru tau ketika memang ada pembayaran yang memang belum terselesaikan, karena menurutnya hanya kontraktor itu sendiri yang tau persis permasalahannya.
“Berdasarkan informasi saya tidak tau masih meninggalkan apa, termasuk pembayaran-pembayaran yang belum diselesaikan baik kepada pekerja maupun kepada supplier material, informasi dari para pihak tadi cuman itu, karena tidak berkaitan dengan saya, kan mereka enggak ngasih barang ke saya, saya enggak tahu persis,” jelasnya.
Pembangunan Gedung Badan Pusat Statistik sendiri menelan anggaran Rp 2.151.628.800. hingga saat ini pihak CV. PUTRA TUBAGUS CORP. Tak mampu menyelesaikannya, hingga kelanjutan pembanguan Gedung BPS akan di lanjutkan oleh CV. Ba Sakti.
Dari Direktur Operasional CV. Bima Sakti Agriandi selaku pihak yang melanjutkan pembagunan Gedung BPS mengatakan bahwa melihat dari kurang lebih dari 75 hari dengan bobot penyelesaian sekitar 70% akan tetap menyelesaikan pembangunan sesuai kominten yang tertulis dalam kontrak.
“Saya rasa cukup lumayan berat kalau kita melihat dan mengingat waktu yang kurang lebih 75 hari dengan bobot yang masih lumayan kurang lebih 70%, saya rasa harus kerja ekstra dan kami rencananya akan secara sporadis siang malam, agar target waktu terkejar tentu dengan mengikuti aturan-aturan kaidah spek yang berlaku juga yang sudah diterapkan oleh pemerintah sesuai dalam kontrak,” ujar Angriandi.
Walau di anggap sebuah proses pengerjaan yang cukup berat harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 75 hari, tapi Pihak CV. Bima Sakti akan bekerja dan menyelesaikan semuanya secara profesional.
“Saya harap semuanya bisa mendukung serta kondusif baik dari sisi non teknis ataupun dari teknis seperti cuaca dan lain sebagainya agar apa yang telah kami kontrak itu dilaksanakan dengan baik dan insya Allah saya tetap optimis, karena kalau secara hitungan kalau kita kejar dengan pengerjaan siang malam tentu bisa terkejar,” katanya lagi dengan optimis.
BACA JUGA: Terbukti Bersalah, WNA Asal Amerika Serikat Divonis 16 Tahun
Mendengar permasalah permasalahan di tahap I, pihak CV. Bima Sakti melalui Direktur Operasional berkomitmen kepada masyarakat khususnya di daerah tempat yang bersentuhan langsung dengan pembangunan akan tetap terbuka bila mana ada yang mau berpartisipasi dalan pembangunan termasuk pekerja lokal.
“Kami akan tetap terbuka bilamana ada yang mau berpartisipasi tentu mengikuti aturan-aturan spesifikasi yang berlaku di perusahaan kami, kita akan coba permudah yang penting gimana caranya pembangunannya lancar,” pungkasnya. (Johan/IP)
