Berita Banjar

SMAN 3 Banjar Batasi Penggunaan Handphone

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Penggunaan handphone oleh siswa di SMAN 3 Banjar menjadi sorotan serius. Kepala sekolah dan jajaran guru menilai bahwa penggunaan handphone secara tidak terkendali di lingkungan sekolah dapat membawa dampak buruk bagi proses belajar-mengajar.

Selain mengganggu konsentrasi, kebiasaan bermain handphone juga berpotensi membuka akses ke konten yang tidak sesuai usia siswa, seperti kekerasan dan pornografi.

Iif, Humas SMAN 3 Banjar, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

“Kami ingin siswa fokus pada pelajaran, bukan terganggu oleh notifikasi atau godaan membuka aplikasi selama jam sekolah,” jelasnya.

Iif menambahkan, meskipun kebijakan tersebut cukup berat pada awal penerapannya, pihak sekolah yakin langkah ini adalah yang terbaik untuk perkembangan akademik siswa.

Kebijakan ini mulai diberlakukan dengan mengatur bahwa siswa hanya diperbolehkan membawa handphone untuk keperluan tertentu, seperti komunikasi dengan orang tua setelah jam sekolah. Selama jam pelajaran, semua handphone wajib disimpan di tempat yang telah disediakan oleh sekolah. Guru dan staf sekolah bertugas memastikan aturan ini berjalan dengan baik.

“Awalnya banyak siswa yang merasa keberatan. Ada yang bilang, ‘Bagaimana kalau saya butuh mencari informasi di internet saat pelajaran berlangsung?’ Kami menjawab dengan solusi: gunakan komputer yang disediakan sekolah,” kata Iif.

Menurutnya, sekolah telah menyediakan fasilitas pendukung agar kebutuhan belajar tetap terpenuhi tanpa ketergantungan pada gawai pribadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kecanduan handphone menjadi salah satu tantangan besar di kalangan remaja. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar dapat mengurangi kemampuan fokus, menurunkan prestasi akademik, hingga memengaruhi kesehatan mental. Pihak sekolah menyadari hal ini dan merasa bertanggung jawab untuk melindungi siswa dari dampak negatif tersebut.

Iif juga menekankan pentingnya kebijakan ini dalam membangun kedisiplinan. “Kami ingin membentuk karakter siswa yang mampu mengelola waktu dan memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting. Handphone tidak salah, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan tempat dan waktunya,” ujarnya.

Tidak hanya siswa, beberapa orang tua awalnya juga merasa khawatir dengan kebijakan ini. Beberapa di antaranya menyatakan bahwa handphone sangat dibutuhkan untuk komunikasi darurat. Namun, pihak sekolah memberikan pemahaman bahwa komunikasi darurat tetap bisa dilakukan melalui kantor sekolah.

Seorang wali murid, Ny. Rini, mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa khawatir anaknya tidak bisa menghubunginya setelah jam sekolah.

“Tapi setelah saya pikir-pikir, kebijakan ini memang ada benarnya. Anak saya jadi lebih disiplin dan tidak terlalu sibuk dengan handphone,” katanya.

Setelah beberapa bulan penerapan, pihak sekolah melihat perubahan positif pada siswa. Konsentrasi mereka dalam belajar meningkat, interaksi sosial antar siswa juga menjadi lebih baik.

“Sekarang, saat istirahat, siswa lebih banyak berbincang satu sama lain daripada sibuk menunduk melihat layar,” ungkap seorang guru.

Meskipun demikian, Iif menyadari bahwa kebijakan ini harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Kami tidak ingin terlalu kaku, tetapi juga tidak ingin longgar. Intinya adalah keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pendidikan karakter,” tutupnya.

BACA JUGA: Grand Opening Samudra Toserba Hadirkan Fasilitas

Membangun Generasi Berkarakter
Kebijakan ini diharapkan mampu membantu siswa memahami bahwa teknologi adalah alat, bukan kebutuhan utama. Dengan mengurangi ketergantungan pada handphone, SMAN Tiga Banjar berusaha membangun generasi muda yang lebih fokus, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sekolah ini menjadi contoh bahwa kebijakan tegas, jika dilaksanakan dengan pendekatan yang etis, dapat membawa dampak positif bagi pendidikan dan perkembangan siswa. (Saepuloh/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *