Sutopo Gantikan Ating, DPRD Banjar Perlu Kerja Nyata Bukan Simbol
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Perubahan pucuk pimpinan terjadi di DPRD Kota Banjar. Sutopo, legislator dari Partai Golkar, secara resmi ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kota Banjar sementara, menggantikan Ating dari PDI Perjuangan. Penetapan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna pada Kamis (5/6/2025), menyusul kekosongan kursi ketua setelah Dadang Ramdhan Kalyubi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan.
Sutopo menyampaikan bahwa dirinya menerima penugasan ini sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa penunjukan dirinya sesuai dengan tata tertib DPRD dalam menyikapi kekosongan jabatan.
“Ini adalah amanah yang harus saya jalani dengan serius. Sesuai tata tertib, saat ada kekosongan kursi ketua, maka ditunjuk ketua sementara. Sekarang tugas saya menjalankan roda lembaga ini dengan baik,” ujar Sutopo usai paripurna.
Sutopo juga menambahkan, fokus utamanya saat ini adalah memastikan DPRD Kota Banjar tetap berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sutopo mengaku tidak akan sekadar mengisi kekosongan, tetapi juga akan berupaya mendorong kinerja DPRD lebih progresif.
“Kami akan berupaya memperkuat hubungan kerja dengan eksekutif, dan tentu memprioritaskan aspirasi masyarakat. Banyak hal yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Ketika ditanya mengenai posisi ketua definitif, Sutopo tidak ingin berspekulasi. Ia menyatakan bahwa proses tersebut akan berjalan sesuai mekanisme internal partai.
“Soal ketua definitif, kita ikuti saja prosesnya di partai. Saya tidak mau melangkahi,” ujarnya singkat.
Sikap hati-hati Sutopo dalam menyikapi posisi definitif menunjukkan pemahaman politik yang tak gegabah. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan untuk tetap memainkan peran penting dalam arah kebijakan DPRD ke depan, terutama dalam situasi politik Kota Banjar yang sedang dinamis.
Di sisi lain, Sutopo tidak menampik bahwa ada tantangan besar di depan mata. Ia menyebut bahwa DPRD harus lebih tanggap terhadap masalah yang tengah dihadapi warga Kota Banjar, mulai dari persoalan pelayanan publik hingga penyelesaian isu-isu sosial yang masih menggantung.
“Kami di DPRD tidak boleh hanya jadi lembaga stempel. Kami harus proaktif, kritis tapi tetap konstruktif. Yang paling penting, berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Wali Kota Banjar, Sudarsono, yang turut hadir dalam paripurna tersebut, menyampaikan harapan agar pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara legislatif dan eksekutif. Ia menilai, kemajuan Kota Banjar tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi yang solid antar lembaga.
“Kami berharap hubungan yang selama ini sudah baik bisa terus ditingkatkan. DPRD adalah mitra strategis dalam menyusun dan mengawal program-program pembangunan,” ucap Sudarsono.
Sudarsono juga menekankan pentingnya dukungan politik yang sehat dari legislatif agar eksekusi kebijakan berjalan optimal dan tepat sasaran.
BACA JUGA: Pemkot Banjar Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
“Kami butuh masukan dan pengawasan yang membangun dari DPRD. Kota Banjar harus kita majukan bersama,” tambahnya.
Namun demikian, pergantian pucuk pimpinan ini tetap menyisakan catatan penting. Kasus hukum yang menyeret Ketua DPRD sebelumnya menunjukkan bahwa integritas dan akuntabilitas pejabat publik masih menjadi pekerjaan rumah. Publik menanti apakah pergantian ini hanya pergantian kursi, atau juga menjadi titik balik perbaikan budaya kerja lembaga legislatif.
Kini perhatian tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil Sutopo ke depan. Masyarakat tentu berharap, jabatan ini tidak hanya dijadikan formalitas, melainkan benar-benar dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan Kota Banjar. Sutopo telah berjanji akan bekerja maksimal. Tinggal publik yang akan menilai, apakah janji itu ditepati. (Johan/infopriangan.com)
